Skripsi
Pengembangan media pembelajaran video edukasi dalam mata pelajaran Ekonomi topik Pasar Modal di kelas X IIS SMA Brawijaya Smart School Malang semester genap tahun pelajaran 2017/2018 / Roifatul Jannah
Abstrak
i RINGKASAN Jannah Roifatul. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Video Edukasi Dalam Mata Pelajaran Ekonomi Topik Pasar Modal Di Kelas X6 IIs Sma Brawijaya Smart School Malang Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi Program Studi Pendidikan Ekonomi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. H. Sapir Sos M.Si Kata Kunci Pengembangan Media Pembelajaran Video Film Pendek (video edukatif) Pasar Modal. Pengembangan media pembelajaran video edukasi untuk mata pelajaran ekonomi topik pasar modal ini merupakan penelitian dan pengembangan produk berupa video edukasi tentang topik pasar modal untuk mata pelajaran Ekonomi. Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan permasalahan yang terjadi di kelas X6 IIS SMA Brawijaya Smart School Malang dimana terdapat kesulitan dalam memahami materi pasar modal tanpa adanya contoh nyata dan ilustrasi pasar modal. selain itu berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh pengembang para siswa di kelas X6 IIS SMA Brawijaya Smart School Malang memiliki tipe belajar audio visual. Oleh karena itu siswa akan lebih terbantu apabila guru menerapkan pembelajaran yang menggunakan media audio visual sebagai pendukung proses pembelajaran supaya siswa lebih mudah memahami materi. Adanya permasalahan tersebut membuat pengembang terinspirasi untuk mengembangkan media audio visual yang sesuai untuk topik pasar modal. Media pembelajaran video edukasi merupakan media yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran Ekonomi topik pasar modal melihat topik ini susah apabila hanya dijelaskan tanpa menggunakan media karena siswa masih asing dengan pasar modal. Dengan demikian untuk mempermudah siswa dalam memahami topik pasar modal dengan mudah pengembang memilih untuk mengambangkan media pembelajaran video edukasi. Pengembangan ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dimana data akan dipaparkan dalam bentuk penilaian atas media yang telah dibuat oleh peneliti atau pengembang. Dalam penelitian ini data validasi diperoleh dari angket validitas yang diujikan kepada ahli materi dan ahli media terkait kelayakan produk film pendek (video edukatif). Selain itu juga didaat dari hasil uji coba terhadap siswa kelas X6 IIS SMA Brawijaya Smart School Malang. Pengembangan ini dilakukan dengan cara mengembangkan video edukatif yang menggabungkan video wawancara dengan animasi. Wawancara dilakukan dengan guna meminta pendapat dan mengetahui seberapa jauh pemahaman masyarakat tentang pasar modal. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan pasar modal dimana tayangannya berupa video animasi bergerak yang isinya berupa materi pasar modal sesuai dengan KI dan KD yang sudah ditentukan untuk materi pasar modal. Prosedur pengembangan yang digunakan oleh peneliti atau pengembangan dalam penelitian pengembangan ini adalah Four-D Model disarankan oleh Sivasailam Thiagarajan Dorothy S. Semmel dan Melvyn I. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu define design develop dan disseminate atau diadaptasikan menjadi model 4-D yaitu pendefinisian perancangan pengembangan dan penyebaran. Akan tetapi dalam pengembangan ini terdapat ii bagian yang tidak dilakukan yakni disseminate atau diseminasi hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dalam mengembangkan produk Hasil penelitian dan pengembangan media pembelajaran video berupa film pendek (video edukatif) yang diterapkan di kelas X6 IIS SMA Brawijaya Smart School Malang menunjukkan bahwa media ini dikatakan sangat layak untuk digunakan tanpa melalui revisi. Hal ini ditunjukkan dari data angket yang telah dinilai oleh ahli materi dan media serta uji coba yang dilakukan terhadap siswa. Hasil validasi ahli materi menunjukkan persentase sebesar 76 14 %. Sementara penilaian yang diberikan oleh ahli media menunjukkan persentase sebesar 97 22%. Dengan demikian hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran video edukasi yang dikembangkan oleh pengembang dikatakan sangat valid atau sangat baik. Sehingga bagi peneliti atau pengembang yang akan datang supaya lebih inovatif dalam mengambangkan media video serta bagi guru hendaknya dapat menerapkan media pembelajaran dalam proses pembelajaran pasar modal supaya proses pembelajaran dapat dipermudah dan siswa dapat mengerti pelajaran dengan baik. Berdasarkan hasil yang telah dicapai pengembang memberikan beberapa saran meliputi pemanfaatan dan pengembangan produk lebih lanjut. Untuk saran pemanfaatan media video edukatif ini digunakan untuk materi yang abstrak atau sulit dimengerti oleh siswa serta apabila ingin memanfaatkan media terlebih dahulu harus menyiapkan sarana pendukungnya seperti laptop LCD dan lainnya. Saran pengembangan produk lebih lanjut dalam pengembangan ini yakni hasil pengembangan ini harus diteliti lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya pengembangan ini harus dilakukan untuk materi yang sesuai yakni materi yang abstrak atau masih memerlukan banyak contoh berupa audio visual serta perlu adanya penelitian eksperimen terkait penggunaan media untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari penggunaan media pembelajaran video edukatif.