Skripsi
Peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui bermain treasure circuit untuk Kelompok B TK Margi Asih 2 Kota Batu / Riski Wahyu Andita
Abstrak
i ABSTRAK Andita Riski. 2018. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Bermain Treasure Circuit Untuk Kelompok B TK Margi Asih 2 Kota Batu. Skripsi. Program Studi S1 - Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Made Seken M.Pd (2) Suryadi S.Sn M.Pd Kata Kunci Kemampuan Motorik Kasar Bermain Treasure Circuit Berdasarkan hasil observasi di TK Margi Asih 2 Kota Batu ditemukan bahwa banyak anak yang fisik motoriknya kurang berkembang dengan baik. Terlihat dari hasil observasi yang menunjukkan hanya sekitar 4 anak dari 15 anak dengan presentae 22 2% yang kemampuan motorik kasarnya baik untuk menangani permasalahan tersebut guru sudah menangani melalui metode senam berirama tetapi anak tidak mengalami peningkatan. Dari permasalahan tersebut maka dipilihlah suatu metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui bermain sirkuit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (a) Bagaimana penerapan motorik kasar menggunakan metode bermain treasure circuit di TK Margi Asih 2 Kota Batu dan (b) Apakah terdapat peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui penggunaan treasure circuit di TK Margi Asih 2 Kota Batu Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dimana setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui bermain treasure circuit yang sudah dilaksanakan diketahui beberapa peningkatan yang terjadi pada setiap tahapannya. Pada tahap pratindakan persentase kemampuan motorik kasar anak yang sesuai dengan kriteria keberhasilan hanya mencapai 26 6%. Siklus I pertemuan pertama persentase kemampuan motorik kasar anak yang sesuai dengan kriteria keberhasilan mencapai 40%. Siklus I pertemuan kedua persentase kemampuan motorik kasar anak yang sesuai dengan kriteria keberhasilan mencapai 60%. Siklus II persentase kemampuan motorik kasar anak yang sesuai dengan kriteria keberhasilan mencapai 87%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui bermain treasure circuit dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok B1. Variasi dan perbaikan yang dilakukan secara kontinu merupakan stimulun utama dalam keberhasilan penelitian. Permainan treasure circuit sendiri dapat dijadikan salah satu alternatif yang digunakan untuk kegiatan dalam pengembangan aspek fisik motorik khususnya motorik kasar anak kelompok B1 di TK Margi Asih 2 Kota Batu.