Tesis
Peningkatan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran cooperative tipe standup-handup-pairup dan quiz-quiz trade pada muatan IPS kelas V SDN Ngadisuko 1 Trenggalek / Aditya Pringga Satria
Abstrak
i ABSTRAK Satria Aditya Pringga. 2018. Peningkatan Keterampilan berkomunikasi dan Hasil Belajar Siswa melalui Pembelajaran Cooperative Tipe StandUp-HandUp-PairUp dan Quiz-Quiz Trade pada Muatan IPS Kelas V SDN Ngadisuko 1. Tesis Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Budi Eko Soetjipto M.Ed. M.Si. (2) Prof. Sumarmi M.Pd. Kata Kunci Keterampilan Berkomunikasi Hasil Belajar Standup-Handup-Pairup Quiz-Quiz Trade Berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara awal pada guru dan siswa di kelas V SDN Ngadisuko 1 Trenggalek terdapat permasalahan dalam pembelajaran IPS antara lain (a) proses pembelajaran dikelas masih bersifat komunikasi satu arah yaitu guru ke siswa (b) sebagian besar siswa kurang terlibat dalam diskusi (c) pembelajaran IPS yang dilakukan guru kurang menarik (d) kerja kelompok hanya didominasi satu atau dua siswa kurangnya komunikasi antar anggota. Permasalahan-permasalahan tersebut menunjukkan bahwa keterampilan berkomunikasi siswa rendah. Disamping itu hasil nilai UTS muatan IPS menujukkan bahwa dari 30 siswa sebanyak 21 siswa (70%) memperoleh nilai di bawah KKM (tidak tuntas) dan hanya 9 siswa (30%) yang memperoleh nilai di atas KKM (tuntas). Hal ini menunjukkan hasil belajar kognitif siswa muatan IPS rendah. Penelitian tindakan ini dilaksanakan untuk memperbaiki keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa kelas V SDN Ngadisuko Trenggalek melalui model pembelajaran StandUp-HandUp-PairUp dan Quiz-Quiz Trade. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi tes wawancara dan dokumentasi. Adapun kriteria keberhasilan tindakan bila mencapai persentase 8805 80% secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus setiap siklus terdiri dari 5 pertemuan. Merujuk pada hasil analisis data penelitian tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I menunjukkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru mencapai 94 44% dan keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa mencapai 96 35%. Hasil observasi keterampilan berkomunikasi siswa pada siklus I sebesar 74 33% dan hasil belajar IPS siswa mencapai 66 66%. Siklus I belum mencapai kriteria keberhasilan tindakan sehingga perlu dilaksanakan perbaikan pada siklus II. Pada siklus II menunjukkan bahwa hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru mencapai 98 43% dan keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa sebesar 98 95%. Hasil observasi keterampilan berkomunikasi siswa sebesar 93 16% serta hasil belajar kognitif siswa muatan IPS pada siklus II sebesar 93 33%. Hasil data siklus II menunjukan ketuntasan dalam kriteria keberhasilan tindakan dalam penelitian sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Merujuk pada hasil tindakan penelitian yang telah dilaksanakan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran StandUp-HandUp-PairUp dan Quiz-Quiz Trade dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan ii hasil belajar kognitif IPS siswa kelas V SDN Ngadisuko 1 Trenggalek. Hasil penelitian ini menunjukkan telah mencapai kriteria keberhasilan tindakan ( 8805 80%) sehingga dapat diajukan sebagai saran bagi guru untuk meningkatkan keterampilan berkomuikasi siswa dan hasil belajar siswa muatan IPS dengan menggunakan model pembelajaran StandUp-HandUp-PairUp dan Quiz-Quiz-Trade. Terdapat beberapa saran yang dapat diajukan. Guru kelas dapat menerapkan model pembelajaran StandUp-HandUp-PairUp dan Quiz-Quiz-Trade untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa pada muatan IPS dengan materi yang sesuai dan pertimbangan waktu yang tepat karena model pembelajaran StandUp-HandUp-PairUp dan Quiz-Quiz-Trade memerlukan waktu yang lebih banyak dalam proses pembentukan kelompok siswa. Bagi siswa dapat merekomendasikan kepada guru kelas untuk menerapkan model pembelajaran ini untuk mempermudah pembelajaran di kelas terutama dalam muatan IPS. Bagi kepala sekolah dapat merekomendasikan model pembelajaran ini untuk guru sebagai pemecahan masalah yang ada dikelas terutama keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa guna meningkatkan kualitas belajar di kelas. Bagi peneliti lain penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi atau acuan untuk penelitian sejenisnya terutama dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa muatan IPS.