Skripsi
Potensi ekonomi sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Desa Bakalan Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang / Lusi Hidayah
Abstrak
i ABSTRAK Hidayah Lusi. 2018. Potensi Desa Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Bakalan Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Agus Soemanto S.E. M.SA Kata Kunci Kemiskinan Negara Berkembang fokus pembangunan perdesaan analisis potensi desa. Kemiskinan merupakan permasalahan yang selalu menjadi pembahasan menarik dalam sebuah pembangunan. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga tak luput dari permasalahan kemiskinan. Untuk menyelesaikan kemiskinan secara nasional dengan diberlakukannyaa pola pemerintahan desentralisasi maka upaya tersebut bisa dilakukan oleh pemerintah secara lokal salah satunya di perdesaan. Fokus pembangunan ekonomi diperdesaan merupakan bagian integral yang tidak mungkin ditawar dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional. Secara geopolitik desa merupakan wilayah administrasi terkecil dalam sistem pemerintahan secara yuridis formal keberadaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah no 6 Tahun 2014. Desa Bakalan merupakan salah satu desa yang jumlah kemiskinanya paling besar di Kecamatan Bululawang. Menurut data yang di hasilkan oleh BKKBN Desa Bakalan adalah desa yang penggolongan jumlah keluarga Pra sejahtera terbanyak yaitu sebesar 458 keluarga pada tahun 2016. Sedangkan menurut data rekapitulasi penerimaan bantuan program pengentesan kemiskinan di kecamatan Bululawang pada tahun 2016 Bakalan adaah desa yang menerima bantuan terbanyak yaitu sebesar 747 dengan rincian 196 pada program PKH 423 pada Program RASTRA 2455 pada Program KIS. Dengan begitu desa Bakalan bisa dikatakan adalah desa yang tergolong dalam jumlah kemiskinan yang besar padahal jika dibandingkan dengan luas wilayahnya desa Bakalan adalah desa yang terluas. Pada tahun 2016 terdapat 6353 jiwa dengan luas 776 Ha idealnya potensi yang dimiliki pun juga akan semakin besar entah itu dari segi sumberdaya alamnya ataupun sumberdaya manusianya. Disamping itu desa Bakalan memiliki unit usaha bank sampah yang dalam pengelolaannya masih belum maksimal serta wilayah sadranan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata di desa Bakalan