Skripsi
Analisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha tani bunga mawar potong (studi kasus di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) / Ida Alfia Rohmah
Abstrak
i RINGKASAN Rohmah Ida Alfia. 2018. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Bunga Mawar Potong (Studi Kasus di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu). Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hadi Sumarsono S.T. M.si Kata Kunci Mawar Potong Efisiensi Teknis Efisiensi Ekonomis Stochastic Frontier Analisis (SFA). Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Daerah penghasil tanaman holtikultura mawar terbesar nasional. Produktifitas yang tidak mengenal musim menjadikan persediaan bunga mawar selalu tersedia. Oleh karena itu usahatani memerlukan perhitungan tingkat efisiensi teknis dan ekonomis. Mengingat tingginya biaya perawatan tingginya biaya sewa lahan serta banyaknya permintaan pasar di sertai dengan keadaan cuaca yang tidak menentu membuat banyaknya petani yang kadang merugi dengan menjual bunga dengan harga rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor produksi dalam mempengaruhi tingkat efisiensi teknis dan biaya serta untuk mengetahui seberapa besar tingkat efisiensi ekonomis di petani mawar Desa Gunungsari. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Stochastic Frontier Analisis (SFA). Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 42 dengan teknik pegambilan sampel random sampling. Hasil analisis dari perhitungan Stochastic Frontier Analisis (SFA) adalah variabel lahan bibit pestisida dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi sedangkan pupuk tidak. Tingkat efisiensi teknis rata-rata 81% yang berari belum efisiensi. Petani mawar perlu meningkatkan kinerjanya untuk mencapai produksi dengan menggunakan input yang ada. Dalam efisiensi biaya/alokatif Variabel yang berpengaruh adalah biaya sewa lahan bibit pupuk dan pestisida sedangkan upah tenaga kerja tidak. Hal ini dikarenakan penggunaan vaktor produksi lain lebih dominan ketimbang tenaga kerja. Mengingat harga dari pupuk dan pestisida sangat tinggi sehingga setiap terjadi kenaikan harga maka akan mempengaruhi besaran biaya yang di keluarkan. Besaran efisiensi ekonomis rata-rata 78% yang berarti petani masih berlebihan dalam menggunakan biaya produksi. Setiap petani memiliki nilai efisiensi ekonomis yang berbeda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti jangkauan petani terhadap input luas pemasaran keikutsertaan kelompok tani modal dan lain sebagainya. Pemerintah telah memberikan banyak penyuluhan dan pengarahan dalam mengembangkan usaha tani mawar hal tersebut dilakukan agar usaha tani dapat tetap bertahan dalam memproduksi mawar unggul. Namun banyak dari petani yang beranggapan bahwa pengalaman sudah merupakan hal yang cukup dalam meningkatkan usaha taninya. Sehingga banyak dari petani yang menganggap tidak membutuhkan pengarahan.