UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Makna Simbolis Fungsi Tari Tundikan Pada Ritual Seblang di Masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi / Syiva Febriana

Febriana, Syiva - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Syiva Febriana 2018. Makna Simbolis Fungsi Tari Tundikan Pada Ritual Seblang di Masyarakat Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Robby Hidajat M. Sn. (II) Hartono S. Sn M. Sn. Kata Kunci ritual tari adat fungsi Penelitian ini menggali makna interaksi magis antar penari dan penonton pada tari tundikan. Tari tundikan merupakan tari sakral pada ritual seblang di Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Daya tarik peneliti ini adalah interaksi magis antar penari dan penonton menari bersama. Tari tundikan seblang Olehsari ditarikan oleh gadis yang belum haid yang harus keturunan dari penari seblang sebelumnya antara 8-13 tahun. Penari seblang menari dalam keadaan tidak sadar karena telah dirasuki oleh roh atau danyang. Tarian tundikan merupakan tarian yang harus dilakukan bagi penonton yang mendapatkan selendang. Penonton yang mendapatkan selendang disebut tundik. Penonton (tundik) yang mendapatkan selendang harus menari dan tidak boleh mewakilkan ke pada orang lain. Apabila penonton menolak untuk menari bersama penari seblang maka roh yang berada didalam tubuh penari seblang akan selalu menunggu sampai penonton tersebut (tundik) mau menari bersama. Tidak sembarang orang yang mendapatkan selendang ataupun kembang dirmo pada adegan tarian tundikan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu pertama untuk mengetahui pengertian tari tundikan pada ritual seblang kedua fungsi dan makna penari tundikan pada ritual seblang. Makna penonton pada ritual seblang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu peneliti sendiri. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data tahap reduksi tahap penyajian data serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian (1) proses ritual seblang (2) kelengkapan ritual seblang tari tundikan (3) tari tundikan dan (4) fungsi tari tundikan Tari tundikan merupakan tari ritual yang berfungsi sebagai perekat hubungan sosial antar warga desa Olehsari dan merupakan tari yang menjadi sarana ekspresi spiritual dan harapan terhindar dari marabahaya dan bencana alam.


Informasi Detail
DDC
Rs 793.31 FEB m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, 2018.
Deskripsi Fisik
x, 87 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03630/KI/18
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2018
Subjek
1. TARI TRADISIONAL - TUNDIKAN
2. FOLK DANCING - TUNDIKAN

Pembimbing
1. Robby Hidayat ; 2. Hartono
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik