Skripsi
Pengembangan instrumen asesmen berbasis interkoneksi multipel representasi pada materi larutan penyangga / Sofia Nur Fadhilah
Abstrak
i ABSTRAK Fadhilah Sofia Nur. 2018. Pengembangan Instrumen Asesmen berbasis Interkoneksi Multipel Representasi pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hayuni Retno Widarti M.Si. (II) Drs. Muhammad Su aidy M.Pd. Kata kunci Instrumen Asesmen Larutan Penyangga Interkoneksi Multipel Representasi Ilmu kimia adalah salah satu ilmu pengetahuan alam yang bersifat abstrak kompleks dan berjenjang sehingga untuk mempelajarinya dibutuhkan pemahaman konsep yang komprehensif. Namun siswa seringkali merasa kesulitan dalam memahami konsep kimia salah satunya pada konsep larutan penyangga yang berhubungan dengan konsep kimia lainnya yang menjadi prasyarat seperti kesetimbangan kimia dan asam basa. Pemahaman keterkaitan kajian konsep berbasis tiga representasi (makroskopik submikroskopik dan simbolik) atau yang dikenal dengan istilah interkoneksi multipel representasi memudahkan siswa dalam memahami konsep kimia khususnya larutan penyangga. Interkoneksi multipel representasi meliputi hubungan makroskopik-submikroskopik makroskopik-simbolik dan submikroskopik-simbolik. Salah satu tujuan pembelajaran kimia di SMA adalah agar siswa menguasai konsep-konsep dalam ilmu kimia dengan benar. Ketercapaian tujuan pembelajaran kimia tersebut dapat diketahui dengan cara melakukan evaluasi pembelajaran dimana dalam menilai suatu keberhasilan dari suatu proses pembelajaran diperlukan suatu instrumen asesmen. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen berbasis interkoneksi multipel representasi pada materi Larutan Penyangga. Penelitian ini menggunakan tahap pertama hingga tahap tujuh dari desain Research and Development (R D) yang dikembangkan oleh Borg Gall. Data penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik perhitungan persentase data hasil penilaian angket dan mempertimbangkan komentar kritik dan saran validator untuk mengetahui tingkat kelayakan instrumen asesmen yang dikembangkan serta menggunakan teknik analisis butir soal untuk mengetahui tingkat validitas reliabilitas daya beda dan kesukaran butir soal. Validasi isi dan konstruk dilakukan oleh 1 orang dosen kimia dan 2 guru kimia. Uji coba lapangan terbatas dilakukan terhadap 34 siswa SMA kelas XI MIPA. Instrumen asesmen hasil pengembangan berisi soal pilihan ganda dan esai berbasis interkoneksi multipel representasi yang terdiri dari 42 soal yaitu 33 soal pilihan ganda dan 9 esai. Hasil validasi kelayakan produk adalah 85% dan hasil validasi pengukuran soal adalah 96 8%. Berdasarkan skor persentase tersebut instrumen asesmen yang telah dikembangkan termasuk kriteria sangat layak yang selanjutnya diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep berbasis interkoneksi multipel representasi siswa pada materi larutan penyangga.