Skripsi
Pengembangan bahan ajar materi Larutan Penyangga dengan model learning cycle 5E berbasis multipel representasi / Sofiana Nur Fadilah
Abstrak
i ABSTRAK Fadilah Sofiana Nur. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Materi Larutan Penyangga dengan Model Learning Cycle 5E berbasis Multipel Representasi. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Hayuni Retno W. M.Si (2) Yahmin S.Pd. M.Si. Dr. H Kata kunci bahan ajar Learning Cycle 5E representasi larutan penyangga. Materi larutan penyangga memiliki konsep bersifat abstrak dan aplikasinya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep larutan penyangga yang bersifat abstrak seringkali sulit dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu diperlukan multipel representasi dalam memahami ilmu kimia yang meliputi representasi makroskopik submikroskopik dan simbolik. Pemahaman tentang sifat larutan penyangga lebih mudah dipahami jika menyajikan fakta-fakta yang ada di sekitar peserta didik. Pemahaman dalam tiga representasi kimia tersebut dapat diaplikasikan dalam pembelajaran menggunakan model Learning Cycle 5E sehingga diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang lebih bermakna. Learning Cycle 5E merupakan salah satu model pembelajaran yang memiliki 5 tahap pembelajaran yaitu engagement (mengaitkan) exploration (mengeksplorasi) explanation (menjelaskan) elaboration (mengelaborasi) dan evaluation (mengevaluasi). Tujuan dari penelitian dan pengembangan adalah untuk menghasilkan bahan ajar materi Larutan Penyangga menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multipel representasi yang layak digunakan. Pengembangan bahan ajar ini mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan dkk (1974) yang meliputi define (tahap penentuan) design (tahap perancangan) develop (tahap pengembangan) dan disseminate (tahap penyebaran) namun tidak dilakukan. Desain validasi pengembangan bahan ajar menggunakan validasi tampilan isi dan uji keterbacaan. Validasi tampilan dan isi dilakukan oleh satu orang dosen kimia UM dan dua orang guru kimia SMA. Uji keterbacaan dilakukan kepada 15 peserta didik kelas XI MIPA. Jenis data berupa saran dan komentar sebagai data kualitatif dan angket penilaian dengan kriteria skala Likert 1-4 sebagai data kuantitatif. Instrumen pengumpulan data berupa angket penilaian. Hasil penelitian dan pengembangan berupa bahan ajar yang terdiri dari tiga kegiatan belajar dengan sistematika pendahuluan isi dan penutup yang dilengkapi engan silabus dan RPP. Hasil validasi tampilan isi bahan ajar dan uji keterbacaan diperoleh persentase rata-rata keseluruhan sebesar 91 81% dengan kriteria sangat layak. Kesimpulan dari hasil validasi dan uji keterbacaan bahan ajar dan RPP yang dikembangkan sangat layak dan tidak memerlukan perubahan yang signifikan. Bahan ajar yang dikembangkan sudah layak untuk dilakukan uji lapangan awal.