Skripsi
Analisis pemahaman konsep Reaksi Reduksi dan Oksidasi (Redoks) pada peserta didik kelas X dengan menggunakan tes diagnostik two-tier multiple choice di SMAN 1 Pamekasan / Nurul Imamah
Abstrak
i RINGKASAN Imamah Nurul. 2018. Analisis Pemahaman Konsep Reaksi Reduksi dan Oksidasi (Redoks) pada Peserta didik Kelas X dengan Menggunakan Tes Diagnostik Two-Tier Multiple Choice di SMAN 1 Pamekasan. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma M.S. (II) Laurent Octaviana S.Pd. M.Si. Kata kunci tes diagnostik two-tier pemahaman dan hasil penelitian Dalam dunia pendidikan terdapat beberapa macam bidang ilmu salah satunya adalah kimia. Pembahasan ilmu kimia mencakup sistem yang cukup kompleks mulai dari atom molekul senyawa serta persamaan reaksi yang melibatkan keempatnya. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab kesulitan dalam mempelajari ilmu kimia. Adanya kesulitan dalam memahami satu konsep akan mengakibatkan terjadinya kesulitan juga dalam memahami konsep berikutnya. Hal ini memungkinkan munculnya pemahaman yang salah dari peserta didik. Oleh karena itu penguasaan konsep yang benar merupakan hal yang penting dalam pembelajaran kimia. Dengan demikian pemahaman peserta didik harus selalu dievaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar dan untuk membenahi pemahaman yang salah dari peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelas X IPA D dan IPA G SMAN 1 Pamekasan tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah peserta didik sebanyak 70 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu pemilihan sampel dilakukan secara acak kelas karena populasi dianggap homogen. Instrumen penelitian yang dipakai berupa tes diagnostik two-tier multiple choice dengan jumlah soal awalnya sebanyak 46 butir soal. Soal kemudian diujicobakan pada 63 peserta didik. Setelah dilakukan perhitungan dengan SPSS 16 for Windows diperoleh jumlah soal yang valid adalah 32 soal dengan koefisien reliabilitas sebesar 0 802. Soal yang valid digunakan untuk mengambil data pemahaman peserta didik. Materi tes yang diujikan merupakan materi redoks. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan persentase tingkat pemahaman benar peserta didik yang dipaparkan sebagai berikut (1) reaksi oksidasi dan reduksi ditinjau dari teori pelepasan dan pengikatan oksigen berturut-turut sebesar 37 1% dan 37 8% (2) reaksi oksidasi dan reduksi ditinjau dari teori pelepasan dan penangkapan elektron secara berturut-turut sebesar 22 1% dan 34 2% (3) penentuan bilangan oksidasi atom pada unsur dalam suatu ion dan senyawa netral secara berturut-turut sebesar 21 4% dan 10% (4) reaksi oksidasi dan reduksi ditinjau dari perubahan bilangan oksidasi secara berturut-turut sebesar 57 1% dan 37 8% (5) perbedaan reaksi redoks dan bukan redoks sebesar 22 9% (6) perbedaan reaksi disproporsionasi sebesar 22 8% (7) penentuan spesi yang berperan sebagai oksidator (pengoksidasi) dan reduktor (pereduksi) berturut-turut sebesar 20 7% dan 37 1% (8) penentuan nama senyawa dan rumus kimia yang tersusun dari unsur logam (mempunyai bilangan oksidasi tunggal dan lebih dari satu) dan unsur nonlogam secara berturut-turut secara 23 5% dan 43 5% dan (9) perbedaan elektron valensi dan bilangan oksidasi sebesar 27 1%. ii Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pemahaman peserta didik juga diukur berdasarkan soal-soal tes diagnostik two-tier multiple choice yang terletak pada beberapa soal tes. Faktor-faktor tersebut terdiri dari pengetahuan prasayarat (prakonsepsi) dengan persentase pemahaman benar sebesar 20 3% menggunakan intuisi yang salah dalam menjawab soal-soal tes dengan persentase pemahaman benar sebesar 25 1% menggunakan pemikiran asosiatif dalam pelajaran redoks dengan bahasa sehari-hari dengan persentase pemahaman benar sebesar 12 8% memiliki reasoning yang tidak lengkap dan salah dalam memahami materi redoks dengan persentase pemahaman benar sebesar 33 9% dan tidak menggunakan pemikiran humanistik dalam menjawab soal-soal tes dengan persentase pemahaman benar sebesar 33 2% serta memiliki kemampuan yang rendah dalam memahami materi kimia khususnya redoks dengan kemampuan rata-rata dapat menjawab 9-10 soal dengan benar dari 32 soal yang diujikan.