Skripsi
Analisis kesejahteraan petani cengkeh di Desa Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk menggunakan metode Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) / Dina Martiana
Abstrak
i RINGKASAN Martiana Dina. 2018. Analisis Kesejahteraan Petani Cengkeh Di Desa Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk Menggunakan Metode Pegembangan Ekonomi Lokal (PEL). Skripsi Fakultas Ekonomi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Hadi Sumarsono S.T. M.Si. Kata Kunci Kesejahteraan Masyarakat Pengembangan Ekonomi Lokal Heksagonal PEL Pembangunan daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional pada hakekatnya adalah upaya terencana dalam hal meningkatkan kapasitas dari pemerintahan daerah sehingga terciptanya suatu kemampuan yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta kemampuan untuk mengelola sumber daya ekonomi daerah dengan pemanfaatan sebaik mungkin untuk kemajuan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat lokal. Konsep dari Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) merupakan salah satu strategi yang dianggap sebagai langkah yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan pada saat yang sama mampu mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi daerah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Selanjutnya menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui penyebaran kueisioner kepada para petani cengkeh serta instansi terkait. Sedangkan data sekunder diperoleh peneliti dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk. Metode pengolahan data dilaksanakan dengan menggunakan Excel dan metode analisis Heksagonal PEL dengan alat analisis RALED (Rapid Assessment Technique for Local Economic Development). Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa status pengembangan ekonomi lokal terhadap kesejahteraan petani cengkeh di Desa Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk memiliki nilai sebesar 57 62 sehingga dalam kategori kondisi cukup baik. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar dimensi pengembangan ekonomi lokal tergolong dalam status cukup baik. Dimensi yang menjadi prioritas untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan status pengembangan ekonomi wilayah berkeberlanjutan adalah dimensi kesinergian dan fokus kebijakan yang memiliki nilai sebesar 49 73 dan memiliki nilai terendah apabila dibandingkan dengan dimensi-dimensi yang lainnya. Dengan mempertimbangkan berbagai indikator dalam dimensi tersebut maka diharapkan akan mampu berperan dalam usaha pengurangan kemiskinan dan peningkatan pendapatan perkapita petani cengkeh sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani cengkeh yang selanjutnya akan berkontribusi pada pembangunan perekonomian daerah khususnya di Kabupaten Nganjuk.