Skripsi
Kritik sosial dalam teks anekdot karya siswa kelas X MA Bilingual Batu / Yeni Susanti
Abstrak
vi RINGKASAN Susanti Yeni. 2018. Kritik Sosial dalam Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X MA Bilingual Batu. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Yuni Pratiwi M.Pd. Kata Kunci kritik sosial teks anekdot karya siswa Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan nilai-nilai dan kritik sosial yang terdapat dalam teks anekdot karya siswa kelas X MA Bilingual Batu. Munculnya beragam permasalahan sosial yang diamati dan diketahui oleh siswa menjadi salah satu sumber inspirasi dalam menyampaikan pendapat dan saran. Bentuk penyampaian pendapat tersebut terwujud dalam kegiatan menulis yaitu menulis teks anekdot yang didalamnya mengandung kritik. Melalui teks anekdot ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana nilai-nilai yang tergambar dalam kehidupan sosial dan bagaimana bentuk kritikan yang disampaikan terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian dokumen. Sumber data penelitian ini adalah karangan teks anekdot siswa kelas X MA Bilingual Batu. Data berupa kutipan-kutipan kalimat teks anekdot karya siswa yang berisi nilai-nilai dan kritik sosial. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri serta instrumen penunjang berupa panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga langkah yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan atau inferensi. Keabsahan data dilakukan dengan tiga langkah yaitu (1) peneliti memeriksa kembali data nilai sosial dan kritik sosial yang telah ditemukan (2) peneliti membaca kembali bagian teks anekdot yang mengandung nilai sosial dan kritik sosial (3) mengaitkan temuan data nilai sosial dan kritik sosial dengan panduan identifikasi data nilai dan kritik sosial. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan nilai-nilai sebagai berikut. Pertama nilai moral yang berwujud perilaku jujur dalam hal pekerjaan tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kerja keras dalam mencapai tujuan dan tidak mudah menyerah dan sopan santun kepada orang yang lebih tua atau berbicara sopan dengan orang lain. Kedua nilai pendidikan dalam hubungannya dengan pendidikan moral di sekolah. Ketiga nilai budaya disiplin dalam masyarakat. Keempat nilai politik yang kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat dimana tingkat kepedulian para pemimpin masih kurang dan kepercayaan yang diberikan rakyat kepada para pemimpin disalahgunakan sehingga impasnya ke rakyat dan kelima nilai religius dalam kaitannya dengan rasa syukur kepada Tuhan atas pemberian-Nya. Hasil analisis data selanjutnya ditemukan kritik sosial sebagai berikut. Pertama kritik sosial terhadap fenomena keagamaan dengan menyampaikan kewajiban sebagai seorang muslim untuk menjalankan ibadah sholat. Kedua kritik sosial tehadap fenomena ekonomi dengan menyampaikan suatu pekerjaan apa pun yang dijalani tujuannya untuk mendapatkan uang tidaklah gratis melainkan harus bekerja dan kurangnya pengaturan lapangan pekerjaan dari pemerintah. Ketiga kritik sosial terhadap fenomena pendidikan dengan menyampaikan kritik terhadap pemerintah yang kurang menyamaratakan vii pendidikan di setiap daerah dan kritik terhadap guru dalam bertindak tutur di sekolah yang dijadikan panutan bagi siswa. Keempat kritik sosial terhadap fenomena kebudayaan dengan menyampaikan budaya peduli lingkungan atau menjaga kebersihan masih kurang buang sampah sembarangan melalaikan tanggung jawab dan budaya melanggar peraturan lalu lintas. Kelima kritik sosial terhadap fenomena moral dengan menyampaikan kritik dalam hal kebohongan sifat serakah dan suka pamer terhadap orang lain. Keenam kritik sosial terhadap fenomena politik dengan menyampaikan kritik pada politisi yang masih sering korupsi melakukan persaingan dalam hal menduduki kekuasaan dan kasus suap masih berlaku di masyarakat. Ketujuh kritik sosial terhadap fenomena keluarga yang menyampaikan kritik untuk orang tua terkait kasih sayang dan kepedulian terhadap perkembangan belajar anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa mengetahui memahami menghayati permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Permasalahan sosial tersebut menjadi sumber inspirasi dalam menulis atau menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan yaitu teks anekdot. Selain itu siswa juga menuangkan berbagai kritikan kedalamnya sebagai wujud kepedulian dan respon terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat.