Tesis
Analisis cognitive map mahasiswa pascasarjana Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang / Skolastika Widiatikasyanti
Abstrak
ABSTRAK Widiatikasyanti, Skolastika. 2018. Analisis Cognitive Map Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. (II) Syamsul Bachri, S.Si. M.Sc., Ph. D Kata Kunci: Spatial Thinking, Cognitive Mapping, Mahasiswa, Pendidikan, Geografi.
Spatial thinking merupakan skill utama bagi seorang geografer ketika bekerja. Salah satu konteks dari spatial thinking adalah cognitive mapping. Cognitive mapping merupakan kemampuan seseorang memetakan lingkungan sekitarnya untuk beradaptasi dan bertahan hidup. Cognitive mapping bersifat objektif di mana terdapat perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya. Cognitive mapping dipengaruhi oleh faktor gender, gaya hidup, keterlibatan sosial, dan keakraban. Cognitive map merupakan representasi dari cognitive mapping. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui cognitive map mahasiswa pascasarjan Universitas Negeri Malang dan 2) untuk mengetahui upaya dosen dalam meningkatkan spatial thinking khususnya cognitive map. Salah satu hasil dari cognitive map adalah dengan sketch map. Elemen dari cognitive map yaitu path/jalan, edges/batas, landmark/tengara, district/area, nodes/titik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif di mana peneliti mendeskripsikan dan menganalisis cognitive map dan faktor yang mempengaruhinya dari 6 informan kunci mahasiswa pascasarjana pendidikan geografi angkatan 2016. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Malang pada bulan Maret 2018. Penelitian tahap awal dilakukan yaitu mendokumentasikan cognitive map dari 12 informan kemudian dipilih 6 informan kunci. Selanjutnya dilakukan FGD antar informan kunci dan wawancara pada masing-masing informan kunci. Analisis cognitive map yang dilakukan berdasarkan elemen cognitive map milik Lynch. Hasil dari penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) Mahasiswa pascasarjana memiliki cognitive map yang beragam. Informan SA memiliki cognitive map yang rendah dengan indikator sedikitnya landmark dan path, edges yang digambar sempit tidak mencapai batas terluar, dan ketidaktepatan posisi. Informan ER memiliki cognitive map yang tinggi. Hal ini terlihat dari indikator hampir seluruh bangunan yang ada di kampus digambar, path mayor di sekeliling kampus juga muncul, dan batas yang digambar adalah batas terluar dari kampus UM. 2) Dosen telah mengupayakan untuk peningkatan cognitive map mahasiswa yang dapat dilihat dari adanya matakuliah SIG dan KKL. Mata kuliah tersebut melibatkan mahasiswa secara aktif. Mahasiswa merasakan bahwa upaya tersebut masih kurang dan diperlukan adanya upaya dari semua mata kuliah. Pembelajaran di Pascasarjana Universitas Negeri Malang telah berupaya meningkatkan cognitive map namun belum dirasakan oleh semua mahasiswa. Oleh karena ini diperlukan pembelajaran yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami lingkungan sekitarnya agar dapat meningkatkan cognitive map mahasiswa pascasarjana pendidikan geografi.