Skripsi
Pengaruh faktor demografi terhadap pertumbuhan ekonomi 36 kabupaten/kota di Jawa Timur periode 2014-2015 / Haslam Scorveri Herlambang
Abstrak
RINGKASAN Herlambang Haslam Scorveri. 2018. Pengaruh Faktor Demografi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi 36 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Periode 2014- 2015. Skripsi Fakultas Ekonomi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing DR. Farida Rahmawati S.E. M.E. Kata Kunci Pertumbuhan Penduduk Indeks Pembangunan Manusia dependency Ratio dan Pertumbuhan Ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan faktor penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi memiliki dua faktor yang memengaruhi yaitu faktor ekonomi dan non ekonomi. Demografi merupakan salah satu faktor non ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk antar Sensus (SUPAS) oleh Badan Pusat Statistik tahun 2015 Provinsi Jawa Timur mengalami transisi demografi tahun 2015 dengan nilai dependency ratio sebesar 44.44 persen. Para ahli ekonomi meneliti hubungan antara Faktor Demografi dan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya gap antara pengaruh Faktor Demografi terhadap pertumbuhan penduduk. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memastikan kebenaran teori dan penelitian terdahulu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder yang berjenis cross section. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode Ordinary Least Square (OLS) data cross section yang diolah menggunakan program eviews 10. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Pertumbuhan Penduduk berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai koefisien sebesar 5.07 dan nilai probabilitas sebesar 0.0000 lebih kecil dari 945 0.05 yang berarti bahwa penambahan variabel Pertumbuhan Penduduk sebesar 1 persen akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.07 persen. Variabel IPM berpengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan nilai koefisien sebesar 0.010005 dan nilai probabilitas sebesar 0.2364 lebih besar dari 945 0.05 yang berarti bahwa penambahan variabel IPM sebesar 1 persen akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0.01 persen. Sedangkan Variabel dependency ratio berpengaruh negatif dan signifikan dengan nilai koefisien sebesar 0.040751 dan nilai probabilitas sebesar 0.0052 lebih kecil dari 945 0.05 yang berarti bahwa penambahan variabel dependency ratio sebesar 1 persen akan penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar 0.04 persen.