Skripsi
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Level Pemula Bagi Pelajar Tingkat 5 Mutawassit/Kelas 1 Tsanawiyah Di Sekolah Sassamakki Thailand / Salsabila
Abstrak
ABSTRAK Salsabila 2017. Pengembangan Bahan Ajar BIPA Level Pemula Bagi Pelajar Tingkat 5 Mutawassit/Kelas 1 Tsanawiyah Di Sekolah Sassamakki Thailand. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Gatut Susanto M. Pd. Kata Kunci Pengembangan Bahan Ajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) Thailand Pelajar Level Pemula Mutawassit Tsanawiyah (Sekolah Menengah Pertama). Pembelajaran BIPA di Thailand mulai meningkat. Sekolah Sassamakki mengadakan pembelajaran BIPA sekolah ini merupakan sekolah swasta berwawasan Islam di Thailand dengan penggunaan bahasa pengantar pembelajaran bilingual (bahasa Thailand sebagai bahasa Nasional dan bahasa Melayu Pattani sebagai bahasa Daerah). Bahan ajar BIPA di sekolah tersebut belum tersedia sehingga diperlukan pengembangan bahan ajar bagi pelajar BIPA tingkat pemula hal ini yang menjadi dasar pemilihan lokasi objek penelitian dari skripsi ini. Selain itu sehingga pelajar dapat lebih memahami pembelajaran BIPA dan mengurangi kesalahan persepsi akibat multitafsir penggunaan bahasa Melayu yang masih satu rumpun dengan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dari penelitian ini adalah metode R2D2. Dengan tahapan (1) rumusan masalah (2) fokus desain dan pengembangan (3) Pengembangan dan (4) Diseminasi. Metode ini menggunakan bahan ajar uji coba yang kemudian divalidasi agar mendapat hasil terbaik yang kemudian mengalami revisi. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar berbentuk buku dengan nilai hasil validasi dari revisi produk BIPABELL.TH ini adalah 82 5. Bahan ajar ini memuat materi (1) Huruf (2) Angka (3) Waktu dan (4) Diri Sendiri dilengkapi dengan panduan penggunaan bahan ajar materi ringkasan materi soal sebagai alat uji untuk mengukur hasil evaluasi baik ulangan harian maupun tugas. Jumlah halaman pada buku ini sebanyak 115 halaman. Soal Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester dihadirkan secara terpisah. Pada sebagian buku ini menggunakan bahasa Thailand sebagai bahasa pengantar bagi pelajar kelas 5 Muttawasit/1 Tsanawiyah di Sekolah Sassamakki yang setara dengan kelas VII pada tingkat Sekolah Menengah Pertama di Indonesia dalam hal ini termasuk level pemula BIPA. Buku ini membantu siswa menjadi lebih mudah memahami pembelajaran BIPA sehingga tidak terjadi multitafsir dengan bahasa Melayu serta memudahkan berbagai pihak dalam sekolah tersebut dalam proses belajar dan pembelajaran BIPA sesuai dengan tujuan penelitian. Meningkatnya kemampuan pelajar dalam pembelajaran BIPA bahkan pembelajaran bahasa asing lainnya dan hasil validasi yang tinggi menjadi tolak ukur bahan ajar BIPABELL.TH tingkat pemula 1 untuk pelajar kelas 5 Muttawasit/1 Tsanawiyah Sekolah Sassamakki dapat digunakan baik oleh guru maupun pembelajaran mandiri oleh pelajar yang kemudian dapat dikembangkan untuk pembelajaran dengan durasi jam belajar seperti pada umumnya dan/atau lebih lama.