Skripsi
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing dalam Pembelajaran Kolaboratif terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Singosari pada Materi Hidrolisis Garam / Rizki Novitasari
Abstrak
v RINGKASAN Novitasari Rizki. 2018. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing dalam Pembelajaran Kolaboratif terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Singosari pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Ridwan Joharmawan M.Si. (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma M.S. Kata kunci Problem Posing Kolaboratif Hasil Belajar Hidrolisis Garam Materi hidrolisis garam merupakan salah satu materi yang diajarkan di SMA. Banyak peserta didik yang merasa kesulitan memahami materi ini. Salah satu penyebab kesulitan peserta didik adalah model pembelajaran yang kurang tepat. Guru mengajar dengan menggunakan metode konvensional sehingga peserta didik cenderung pasif. Untuk meningkatkan aktivitas peserta didik maka salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan mengubah pembelajaran satu arah menjadi pembelajaran dua arah yang membuat peserta didik menjadi lebih aktif. Salah satu model pembelajaran dua arah yang sesuai adalah model pembelajaran kolaboratif dengan menerapkan model pembelajaran problem posing di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran kolaboratif baik yang menerapkan model pembelajaran problem posing atau tanpa problem posing pada materi hidrolisis garam kelas XI IPA SMA Negeri 1 Singosari (2) Untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing dalam pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Singosari pada materi hidrolisis garam. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimen semu dengan post-test only control group design. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan pembelajaran kolaboratif dengan problem posing sedangkan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan pembelajaran kolaboratif tanpa problem posing. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (silabus RPP LKPD dan handout) dan instrumen pengukuran (lembar observasi dan tes hasil belajar). Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik dan deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan independent samples t-test dengan taraf signifikansi 0 05 dengan bantuan program SPSS 16 0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan proses pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol termasuk dalam kategori terlaksana dengan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata keterlaksanaan proses pembelajaran pada kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran kolaboratif menggunakan problem posing yaitu sebesar 95 98% dan kelas yang dibelajarkan tanpa model pembelajaran problem posing sebesar 96 99%. (2) Ada pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing dalam pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Singosari pada materi hidrolisis garam. Rata-rata hasil belajar kognitif kelas eksperimen sebesar 76 30 dan rata-rata hasil belajar kognitif kelas kontrol sebesar 70 05. Hal ini menunjukkan bahwa kelas yang menerapkan vi model pembelajaran problem posing dalam pembelajaran kolaboratif memiliki rata-rata hasil belajar kognitif lebih tinggi daripada kelas yang tidak menerapkan model pembelajaran problem posing.