Skripsi
Pengembangan media pembelajaran sparkol videoscribe pada mata pelajaran korespondensi untuk meningkatkan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMKN 1 Boyolangu Tulungagung) / Ana Rahayu
Abstrak
i ABSTRAK Rahayu Ana. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Sparkol Videoscribe pada Mata Pelajaran Korespondensi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X Administrasi Perkantoran SMKN 1 Boyolangu Tulungagung). Skripsi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. I Nyoman Suputra M.Si Kata Kunci Media Pembelajaran Sparkol Videoscribe Korespondensi. Korespondensi merupakan salah satu dari konsep mata pelajaran yang membutuhkan tingkat pemaham tertentu dan sulit untuk disampaikan dengan bahasa verbal. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu media untuk menampilkan contoh merangsang semangat keaktifan siswa dalam memahami materi sehingga hasil belajar mereka meningkat. Sparkol Videoscribe merupakan sebuah media pembelajaran video animasi yang terdiri dari rangkain gambar yang disusun menjadi sebuah video utuh. Sparkol Videoscribe memiliki keunikan tersendiri yaitu mampu membuat ilustrasi yang menggambarkan peta konsep seperti catatan yang dibuat guru di papan tulis. Dengan karakteristik yang unik sparkol videoscribe mampu menyajikan konten pembelajaran dengan memadukan gambar suara dan desain yang menarik sehingga siswa mampu menikmati proses pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan sepuluh langkah sistematis. Media pembelajaran ini dilengkapi dengan tombol interaktif untuk menuju halaman tertentu. Media meliputi materi surat niaga surat promosi penjualan surat permintaan penawaran surat penawaran untuk kelas X Administrasi Perkantoran yang telah dinyatakan valid dan efektif. Media pembelajaran Korespondensi ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media serta diujicobakan kepada siswa kelas X APK 1 di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung melalui uji kelayakan dan keefektifan media. Presentase validitas dari ahli materi sebesar 85 71% dan materi dinyatakan sangat valid validitas dari ahli media sebesar 88 54% dan uji coba penggunaan sebesar 93 55% yang hasil keduanya menyatakan media sangat valid untuk digunakan. Media pembelajaran dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibuktikan dengan nilai rata-rata pre test kelas X APK 2 (kelas kontrol) yaitu 44 54% lebih tinggi dari kelas X APK 1 (kelas ekperimen) yaitu 42 10%. Setelah proses pembelajaran dengan perlakuan berbeda pada masing-masing kelas diperoleh hasil belajar siswa pada persentase nilai rata-rata post test kelas X APK 1 (kelas eksperimen) yaitu 84 10% lebih tinggi dibandingkan kelas X APK 2 (kelas kontrol) yaitu 79 67%. Sesuai hasil selisih nilai post test dengan pre test tersebut diperoleh hasil angka kenaikan nilai pada kelas eksperimen yaitu 42 00% dan kelas kontrol yaitu 35 13%. Sehingga dapat dikatakan angka kenaikan kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dengan selisih kenaikan angka 6 87%.