Skripsi
Pengembangan bahan ajar berbasis website pemrograman dasar bermuatan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk menumbuhkan keaktifan siswa kelas X Program Keahlian RPL di SMK Negeri 4 Malang / Rosidatul Maghfiroh
Abstrak
ABSTRAK Maghfiroh Rosidatul. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website Pemrograman Dasar Bermuatan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Menumbuhkan Keaktifan Siswa Kelas X Program Keahlian RPL di SMK Negeri 4 Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ir. Syaad Patmanthara M.Pd. (2) Triyanna Widiyaningtyas S.T. M.T. Kata Kunci Bahan Ajar Website Pemrograman Dasar PBL Keaktifan Siswa Berdasarkan hasil wawancara sebesar 89% dari 34 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM pada mata pelajaran Pemrograman Dasar. Hal tersebut dikarenakan siswa pasif dalam pembelajaran dan penggunaan bahan ajar yang kurang menarik siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan website sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Pemrograman Dasar untuk kelas X Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 4 Malang serta untuk mengetahui kelayakan bahan dan juga untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam menggunakan bahan ajar melalui observasi. Model pengembangan yang digunakan dalam menghasilkan produk bahan ajar berbasis website adalah model pengembangan ADDIE. Terdapat 5 tahapan pada model ADDIE yaitu (1) analysis (2) design (3) development (4) implementation dan (5) evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Validasi ahli dilakukan dengan ahli materi dan ahli media. Validasi dilakukan dengan menggunakan angket oleh ahli materi ahli media pengguna bahan ajar yang terdiri dari ujicoba skala kecil dan ujicoba skala besar. Keaktifan siswa didapat dari lembar observasi yang dilakukan oleh guru pengampu yang dilakukan dalam dua tahap. Hasil validasi oleh ahli materi mendapatkan skor validitas 96 67% ahli media mendapatkan skor validitas 97 40% ujicoba kelompok kecil mendapatkan skor validitas 96 33% ujicoba kelompok besar mendapatkan skor validitas 89 17% yang dapat dinyatakan sangat layak. Hasil observasi keaktifan sebelum menggunakan bahan ajar diperoleh bahwa tingkat keaktifan siswa paling banyak berada pada kelas bawah sebesar 73 6% sedangkan kelas sedang sebesar 20 5% dan kelas atas sebesar 5 9%. Pada hasil keaktifan siswa saat menggunakan bahan ajar terjadi peningkatan keaktifan pada kelas atas dari 5 9% menjadi 35 3% kelas sedang juga terjadi peningkatan keaktifan dari 20 5% menjadi 52 9% dan kelas bawah mengalami penurunan dari 73 6% menjadi 11 8%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis website mata pelajaran Pemrograman Dasar dapat menumbuhkan keaktifan siswa.