Skripsi
Studi perencanaan irigasi tetes pada Taman Veteran Kota Malang / Ade Kurniawan Sapurba
Abstrak
ABSTRAK Sapurba Ade Kurniawan. 2018. Studi Perencanaan Irigasi Tetes Pada Taman Veteran Kota Malang. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Eko Suwarno M.Pd. (II) Gilang Idfi S.T. M.T. Kata Kunci Taman Veteran Malang Irigasi Tetes Kebutuhan Air Efisiensi. Taman Veteran merupakan taman yang terletak di Jalan Veteran Kota Malang. Taman ini memiliki luas sebesar 9500 m2 dan memiliki 28 jenis tanaman di dalamnya. Sistem penyiraman Taman Veteran menggunakan truk tangki kapasitas 5000 liter dan penyiraman dilakukan dengan cara mengalirkan air melalui pipa tangki dengan dengan debit yang tidak dapat dikontrol dan tekanan tinggi. Keberadaan truk tangki ini juga menjadi salah satu faktor kemacetan di Jalan Veteran Kota Malang pada pagi hari dikarenakan terjadi penyempitan lajur jalan akibat keberadaan truk tangki. Studi ini ditujukan untuk merencanakan sistem irigasi penyiraman yang tepat efisien terkontrol dan dapat mengatasi kemacetan pada Taman Veteran Kota Malang. Sistem irigasi tetes adalah salah satu alternatif dalam menyelesaikan masalah tersebut. Dalam perencanaan sistem irigasi tetes di Taman Veteran Kota Malang diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut (1) Luas Taman Veteran Kota Malang yang terjangkau sistem irigasi tetes adalah 9500 m2 total emitter yang dibutuhkan 22 131 unit emitter. Panjang pipa utama adalah 14 m dengan dimensi pipa HDPE 3 . Panjang pipa pembagi adalah 2 000 m dengan pipa HDPE 3 dan Panjang total pipa lateral adalah 15 836.5 m dengan dimensi pipa HDPE 3/4 . (2) Radius areal pembasahan pada tekanan 1.28 bar adalah 0.30 m dengan presentase areal terbasahi 85%. (3) Debit tetesan yang dibutuhkan untuk penyiraman Taman Veteran selama 1 hari adalah 0.13 liter per hari dengan kapasitas debit sistem 1 liter per jam. (4) Lama waktu penyiraman selama 1 hari adalah 0.13 jam per hari. (5) Efisiensi penggunaan air dengan sistem irigasi tetes sebesar 100% dibandingkan penggunaan truk tangki air hanya 86.80%. (6) Sistem irigasi tetes dinilai mampu mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dan ramah lingkungan dibanding pengunaan truk tangki dikarenakan sistem tertanam di dalam tanah atau taman sedangkan truk tangki bersifat bergerak dan menggunakan lajur jalan.