Skripsi
Gangguan disleksia pada anak sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis representasional / Chafid Purnawan
Abstrak
ABSTRAK Purnawan Chafid. 2018. GangguanDisleksiaPadaAnakSebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Triyono Widodo M.Sn. Kata Kunci GangguanDisleksia padaAnak Penciptaan Karya Seni Lukis Representaional. Anakdengangangguandisleksiaseringkalidianggapbodoh malas dantidakmaubelajarolehkebanyakan orang. Pandangan sepertiitudidasariolehketidakpahamanmasyarakattentangapaitugangguandisleksia. Penciptamembuat karya seni lukis representasional agar ada pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap anakdengangangguandisleksia. Melalui visualisasi karya diharapkanpandangannegatiftentanganakdengangangguandisleksiadapatdiminimalisir.Gangguandisleksiabukansekedaranakberkebutuhankhusustetapianakdisleksiamemilikikemampuan yang tidakkalahdengananak normal lainnya. Bedasarkan dari permasalahan maka ide penciptaan terfokus pada gangguan disleksia pada anak. Metode penciptaan menggunakan model Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan pertama adalah tahap eksplorasi berupa kegiatan pengamatan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan unsur tematik yang akan diangkat. Tahap kedua adalah eksperimentasi berupa pembentukan beberapa rancangan yang diseleksi untuk diwujudkan dan dipakai sebagai acuan dalam penciptaan karya. Tahap ketiga adalah pembentukan berupa penerapan sketsa pada bidang kanvas. Hasil penciptaan antara lain menghasilkan 6 karya seni lukis representasional yang berjudul OtakkuSakitKarenaHuruf SulitTukMengenalTulisan TakBisa Ku Membacanya SeringDirendahakan TapiAkuJugaAnak Istimewa dan JiwaSeni Yang Kumiliki dengan media estetik berupa titik garis bentuk dan ruang warna serta tekstur sebagai simbolisasi dari konsep. Manfaat penciptaan karya lukis representasional inidapat menambah pengalaman bagi pencipta dalam berolah seni.Melalui tampilan karya lukis dapat menambah wawasan apresiasi bagi masyarakatkhususnya orang tuasupaya pahamdanmengertibahwagangguandisleksiapadaanakbukanlahsuatu yang harusdianggapremehdandidiskriminasi.Anakdengangangguandisleksiaperlu pendampingan dan dukungan agar tidakmerasa minder dankurangpercayadiriuntukbersosialisasidenganlingkungansekitar.