Skripsi
Analisis kesalahan siswa saat menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear tiga variabel beserta scaffolding-nya berdasarkan prosedur Newman / Namira
Abstrak
RINGKASAN Namira. 2018 Analisis Kesalahan Siswa saat Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel beserta Scaffolding-nya berdasarkan Prosedur Newman Skripsi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univeritas Negeri Malang Pembimbing Dr. A.R. As ari M.Pd M.A. Kata Kunci Analisis Kesalahan Newman Scaffolding SPLTV Matematika adalah mata pelajaran yang sangat penting karena ada pada semua jenjang pendidikan. Matematika adalah mata peajaran yang mendasari mata pelajaran lain. Setiap mata pelajaran pasti memuat matematika didalamnya. Tetapi banyak siswa merasa kesulitan dalam belajar matematika. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya kemampuan siswa pada matematika (PISA 2012). Salah satu penyebab rendahnya kemampuan siswa ditandai dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh siswa saat menyelesaikan soal matematika. Untuk mengatasi kesalahan tersebut perlu dilakukan analisis kesalahan agar Guru dapat mengetahui penyebab kesalahan tersebut dan dapat melakukan pencegahan. Ketika siswa telah melakukan kesalahan maka perlu diadakan perbaikan. Untuk membuat siswa memperbaiki kesalahannya siswa membutuhkan bantuan dari Guru yang disebut scaffolding. Penelitian ini bertujuan untuk membantu Guru mengetahui kesalahan siswa dan penyebabnya sehingga dapat membuat pembelajaran yang lebih baik lagi kedepannya dengan berkurangnya kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Penelitian ini menggunakan prosedur Newman sebagai acuan untuk menganalisis kesalahan dan level scaffolding Anghileri sebagai acuan pemberian scaffolding. penelitian ini diawali dengan memberikan soal tes awal kepada subjek. Dari hasil pekerjaan soal tes awal tersebut dipilih 2 subjek dengan kesalahan terbayak untuk wawancara dan pemberian scaffolding. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap hasil pekerjaan subjek wawancara dan pemberian scaffolding. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan paling banyak terjadi pada tahap keterampilan proses (process skill) yang mengakibatkan kesalahan pada tahap penulisan jawaban akhir (encoding). Kesalahan-kesalahan ini terjadi karena kurangnya pemahaman siswa pada materi prasyarat kurangnya pengalaman siswa dalam mengerjakan soal sejenis kecerobohan siswa dalam melakukan proses hitung dan lemahnya kemampuan siswa dalam melakukan operasi hitung yang memuat variabel dan bilangan negatif. Untuk mengatasi kesalahan-kesalahan tersebut peneliti memberikan scaffolding berupa pertanyaan-pertanyaan yang mampu membuat siswa melakukan look back berpikir kembali. Selain itu peneliti juga memberikan contoh perhitungan yang mirip dengan perhitungan yang dirasa sulit oleh siswa. Dengan memberikan scaffolding siswa mengetahui letak kesalahannya dan dapat memperbaikinya.