Tugas Akhir
Uji hedonik petis ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) dan petis ikan wader (Rasbora lateristriata) / Inash Fauzia Agustina
Abstrak
ABSTRAK Fauzia Inash. 2018. Uji Hedonik Petis Ikan Uceng dan Petis Ikan Wader .Tugas Akhir Program Studi D III Tata Boga Jurusan Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dr.Teti Setiawati M.Pd. (II) Ir. Issutarti. M.P. Kata Kunci Ikan uceng Ikan wader Petis ikan Petis adalah produk olahan yang termasuk dalam kelompok saus yang berbahan dasar ikan. Petis digunakan masyarakat sebagai bumbu beberapa masakan khas Indonesia diantaranya tahu bumbu kupang lontong dan rujak. Penelitian ini bertujuan untuk mendifersifikasi (penganekaragaman pengolahan) ikan uceng dan ikan wader menjadi produk petis. Metode pembuatan petis dengan cara merebus 1000 gram ikan uceng/wader yang bertujuan untuk mendapatkan sari ikan. Sari ikan yang sudah direbus kemudian disaring dan diberi campuran bumbu lalu dilakukan perebusan kembali selama 120 menit dengan suhu 50-55o C. Proses perebusan tersebut menghasilkan cairan sebanyak 180 gram yang kemudian dikemas didalam wadah. Petis yang sudah jadi di analisis dengan menggunakan uji hedonik (tekstur aroma rasa). Pengujian dilakukan oleh panelis agak terlatih yaitu mahasiswa D3 Tata Boga 2014 dan S1 Pendidikan Tata Boga 2014 sebanyak 35 panelis. Data yang sudah dianalisis kemudian dihitung dengan menggunakan persen. Penghitungan harga jual dilakukan untuk mengetahui harga petis ikan uceng dan ikan wader. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang sesuai untuk petis uceng dan petis wader yaitu formulasi dua dengan komposisi ikan uceng/wader 1000 gram gula kelapa sebanyak 350 gram garam 15 gram dan bawang putih 12 gram. Formulasi tersebut menghasilkan petis ikan uceng/ikan wader dengan warna coklat dengan rasa gurih manis dan terasa rasa ikannya aroma khas ikan yang cukup kuat. Tekstur petis ikan uceng agak liat dan sedikit berlemak seperti jelly sedangkan petis wader menghasilkan tekstur agak liat.Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur petis ikan uceng sebanyak 84 29% sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap petis ikan wader sebanyak 92 85%. Tingkat kesukaan panelis terhadap aroma petis ikan uceng sebanyak 70% sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap aroma petis ikan wader sebanyak 82 86%. Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa petis ikan uceng sebanyak 75 72% sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap petis ikan wader sebanyak 91 42%. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini yaitu agar peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang kandungan gizi petis ikan uceng dan ikan wader serta dapat meningkatkan kualitas produk petis agar bisa lebih diterima oleh masyarakat dan dapat menjadi peluang usaha di bidang boga.