Skripsi
Penggunaan miniatur candi Prambanan dan Borobudur untuk meneingkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi perkembangan agama Hindu-Budha kelas XI IPA 1 SMA Al-MUnawawriyyahah Bululawang Malang / Shevy Maulana Rifandi
Abstrak
RINGKASAN Rifandi Shevy Maulana. 2018. Penggunaan Miniatur Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkembangan Agama Hindu - Budha Kelas XI IPA 1 di SMA Al-Munawwariyyah Bululawang Malang. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ismail Lutfi M.A. (II) Dr. Ari Sapto M.Hum. Kata Kunci media miniatur keaktifan belajar hasil belajar. Penggunaan media untuk pembelajaran merupakan faktor yang ikut mempengaruhi tercapainya dalam proses pembelajaran yaitu keefektivan belajar yang dilihat dari nilai yang didapat siswa. Berdasarkan pernyataan tersebut dalam proses belajar siswa dapat menggunakan berbagai media salah satunya yaitu memanfaatkan miniatur benda sejarah yang disediakan oleh guru. Penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran sangat dibutuhkan untuk mempermudah dalam mencapai tujuan pembelajaran. Berkaitan dengan itu maka diperlukan adanya pembahasan mengenai penggunaan media dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kelas XI IPA 1 SMA Al-Munawwariyyah Bululawang melalui penggunaan media miniatur Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Observasi awal dikelas XI IPA 1 SMA Al-Munnawariyyah Bululawang ini menunjukkan bahwa keaktifan dan hasil belajar siswa sangat rendah. Pendekatan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek Penelitian ini siswa kelas XI IPA 1. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi wawancara dan lembar penilaian. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus terdiri dari dua pertemuan. Kegiatan analisis data dilakukan umtuk membuat kesimpulan penelitian. Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama penggunaan media ini dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini didukung oleh pencapaian nilai yang didapat oleh siswa pada siklus I maupun siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan nilai keaktifan siswa bisa dilihat adanya peningkatan yaitu pada siklus I 30%. Kemudian pada siklus II meningkat menjadi 83%. Kedua peningkatan hasil belajar pada siklus I sebesar 51 33 dan siklus II menjadi 79 33. Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan atau memodifikasi media miniatur benda sejarah menjadi lebih menarik dan menyenangkan siswa.