Skripsi
Pengaruh variasi media quenching terhadap laju korosi dan bentuk korosi pada baja ST60 dengan media pengkorosi air laut / Dimas Eddriantika Wibawa
Abstrak
ABSTRAK Wibawa Dimas Eddriantika. 2017. Pengaruh Variasi Media Quenching terhadap Laju Korosi dan Bentuk Korosi pada Baja ST60 dengan Media Pengkorosi Air Laut. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Wahono S.ST. M.Pd. (II) Drs. Solichin S.T. M.Kes. Kata Kunci quenching laju korosi bentuk korosi pengkorosi Salah satu proses perlakuan panas pada baja adalah pengerasan (hardening) yaitu proses perlakuan panas yang diterapkan untuk menghasilkan benda kerja yang keras. Umumnya proses hardening yang dilakukan adalah dengan memanaskan baja sampai temperature austenisasinya kemudian ditahan untuk beberapa lama lalu didinginkan secara cepat.Perlakuan panas ini dapat mempengaruhi laju korosi dengan cara mengubah mikrostruktur logam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media quenching air udara oli dan garam terhadaplaju dan bentuk korosi padabaja ST60. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif dengan desain penelitian eksperimental. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriftif yakni menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan. Hasil perhitungan rata-rata laju korosi pada baja ST60 setelah diquenching dengan beberapa media pendingin sebagai berikut (1) sebesar 1 1388mmpy dengan media pendingin oli (2) sebesar 1 314mmpy dengan media pendingin air (3) sebesar 1 4308mmpydengan media pendingin udara serta (4) sebesar 2 218mmpy dengan media pendingin larutan garam. Berdasarkan hasil tersebut diperolehbahwa nilai laju korosi paling rendah dengan menggunakan media pendingin oli. Hal ini disebabkan ketika dalam proses perlakuan panas akandihasilkan baja yang lunak dan ulet.Sedangkan quenching dengan media pendingin larutan garam menyebabkan laju korosi yang semakin menyebar ke seluruh permukaan spesimen. Apabila menggunakan media pendingin air spesimen mencapai pada fase martensit (fase yang sangat keras). Hal ini disebabkan air memiliki sifat pendinginan yang sangat cepat. Untuk media pendingin udara kekerasan yang dihasilkan kecil. Hal ini disebabkan udara memiliki kecepatan pendinginan yang lebih rendah daripada air. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut (1) media quenching berpengaruh terhadap laju korosi pada baja ST 60 dimana penggunaan oli lebih efektif menekan laju korosi dibandingkan dengan penggunaan media quenching lainnya (2) bentuk korosi pada baja ST60 yang diquenching dengan media air adalah pitting corrosion yang merata dan beberapa uniform corrosion (3) bentuk korosi pada baja ST60 yang diquenching dengan media udara adalah pitting corrosion yang telihat dibeberapa titik dan uniform corrosion yang lebih dominan dan hampir merata di seluruh permukaan spesimen (4) bentuk korosi pada baja ST60 yang diquenching dengan media oli adalah beberapa pitting corrosion dan uniform corrosion hanya di beberapa titik saja serta (5) bentuk korosi pada baja ST60 yang diquenching dengan media larutan garam adalah pitting corrosion yang cukup besar dan uniform corrosion yang merata di seluruh permukaan.