Skripsi
Pengaruh pemberian glumorry (glukosa unhidrat, glutamin dan moringa oleifera) terhadap albumin darah pada tikus putih (rattus norvegicus) strain wistar setelah diinduksi dengan diet kurang energi protein (KEP) / Anike Wulandari
Abstrak
vi RINGKASAN Wulandari Anike. 2018. Pengaruh Pemberian Glumorry (Glukosa Unhidrat Glutamin dan Moringa Oleifera) Terhadap Albumin Darah pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar Setelah diinduksi dengan Diet Kurang Energi Protein (KEP). Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Supriyadi M.Kes. (II) Septa Katmawanti S.Gz. M.Kes. Kata kunci Kurang Energi Protein (KEP) Glukosa Unhidrat Glutamin Moringa oleifera Albumin Kurang Energi Protein (KEP) adalah salah satu masalah gizi kurang (malnutrisi) akibat konsumsi makanan yang tidak cukup mengandung energi dan protein serta karena gangguan kesehatan. Kadar albumin digunakan sebagai indikator perubahan biokimia yang berhubungan dengan simpanan protein dalam tubuh dan berkaitan dengan perubahan status gizi. Pada penderita malnutrisi sering ditemukan kadar albumin serum yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Glumorry (Glukosa Unhidrat Glutamin dan Moringa oleifera) terhadap kadar albumin darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar setelah diinduksi dengan diet Kurang Energi Protein (KEP). Penelitian yang digunakan adalah menggunakan studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar yang diberikan diet Kurang Energi Protein (KEP) dengan diberi makanan beras kering (nasi aking) selama 15 hari. Sampel yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar sebanyak 30 sampel. Kemudian sampel dibagi menjadi lima kelompok perlakuan yaitu kelompok diet normal dengan Glumorry diet normal dengan glutamin dan glukosa unhidrat diet normal dengan Moringa oleifera diet KEP (kontrol positif) dan diet normal (kontrol negatif). Hasil analisis jumlah albumin darah sesudah diberikan intervensi terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok pemberian Glumorry terhadap kelompok kontrol negatif yaitu sig. (0 019) dan terhadap kelompok kontrol positif tidak terdapat perbedaan yang signifikan yaitu sig. (0 462). Pada kelompok pemberian Glumorry memiliki kadar albumin tertinggi dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi pemberian Glumorry berhasil meningkatkan jumlah kadar albumin pada sampel penelitian yang mengalami kondisi Kekurangan Energi Protein (KEP). Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut perlu adanya penelitian lanjutan yaitu pemberian Glumorry dapat dijadikan salah satu strategi dalam menanggulangi KEP terutama pada anak-anak dan dapat dijadikan referensi pengobatan di instansi kesehatan seperti Rumah Sakit maupun instansi kesehatan lainnya.