Skripsi
Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI Maarif NU Pandaan / Fitria Indrawati
Abstrak
RINGKASAN Indrawati Fitria. 2014. Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI Maarif NU Pandaan. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Imam Agus Basuki M. pd Kata kunci kemampuan menulis teks eksplanasi siswa SMA Menulis adalah kemampuan memaparkan informasi dalam bentuk bahasa tulis untuk menyampaikan kepada pembaca. Teks eksplanasi adalah merupakan teks yang berisi tentang menjelaskan informasi yang berkenaan dengan fenomena alam sosial budaya dan ilmu pengetahuan. Pembelajaran menulis diajarkan melalui jenjang SMA kelas XI tersirat dalam KD 4.4 Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan. Proses menulis bersifat kompleks dalam arti melibatkan berbagai pengetahuan dan pengalaman serta keterampilan dalam mengelola ide. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Maarif NU Pandaan. Kemampuan menulis ini dilihat dari (1) aspek struktur yang meliputi judul pernyataan umum deret penjelas penutup (2) aspek kebahasaan yang meliputi istilah teknis kalimat penjelas konjungsi sebab-akibat dan ejaan. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Data penelitian ini berupa skor diklasifikasikan berdasarkan kemampuan yang telah ditetapkan. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes yang berisi petunjuk dan perintah menulis teks eksplanasi dan rubrik penilaian yang digunakan sebagai dasar menganalisis data. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul kemudian dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rumus untuk menentukan kualifikasi kemampuan siswa. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan berikut. Pertama kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Maarif NU Pandaan dilihat dari aspek struktur. Dalam penulisan judul siswa mampu menampilkan isu atau persoalan pada judul yang dibuat sebagian besar siswa (95 7%) berkualifikasi mampu dan sebagian kecil (4 3%) berkualifikasi sangat mampu. Dalam menulis pernyataan umum siswa sangat mampu menuliskan pengantar yang berisi gambaran awal tentang suatu topik yang akan dijelaskan meliputi proses keberadaannya terjadi ataupun proses terbentuknya suatu fenomena sebagian besar siswa berkualifikasi sangat mampu (38 5%) mampu (35 8%) sebagian kecil kurang mampu (21 4%) dan belum mampu (4 3%). Dalam menulis deret penjelas siswa sangat mampu menuliskan rincian penjelasan tahap suatu proses mengapa dan bagaimana suatu fenomena bisa terjadi sebagian besar siswa berkualifikasi sangat mampu (40%) dan mampu (35 8%) dan sebagian kecil kurang mampu (21 4%) dan belum mampu (2 9%). Dalam menulis penutup siswa sangat mampu menuliskan kesimpulan di akhir teks serta opini tentang kejadian suatu fenomena yang sedang terjadi sebagian besar siswa berkualifikasi sangat mampu (57 25%) dan mampu (28 57%) sebagian kecil kurang mampu (11 43%) dan belum mampu (2 9%). Dari hasil analisis diatas yang kurang mampu dalam menulis struktur teks eksplanasia adalah pernyataan umum pernyataan umum Kedua kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Maarif NU Pandaan dilihat dari aspek kebahasaan. Dalam penulisan istilah teknis siswa mampu menuliskan istilah berupa kata atau gabungan kata yang memiliki arti khusus yang tepat dan sesuai untuk menggunakan proses keadaan atau sifat fenomena yang dijelaskan sebagian besar siswa (85 7%) berkualifikasi sangat mampu dan sebagian kecil (14 3%) berkualifikasi mampu. vi Dalam menulis konjungsi sebab-akibat siswa mampu menggunakan konjungsi dengan tepat sebagian besar siswa berkualifikasi sangat mampu (64 3%) dan sebagian kecil (35 7%) berkualifikasi mampu. Dalam kalimat penjelas secara keseluruhan siswa mampu menuliskan kalimat penjelas berupa definisi proses atau tahapan suatu peristiwa dan bukan masa lalu secara lengkap dan tepat sesuai dengan fenomena yang dijelaskan sebagian besar siswa berkualifikasi sangat mampu (64 3%) dan mampu (28 6%) dan sebagian kecil kurang mampu (7 1%). Dalam menulis ejaan siswa sangat mampu tidak terdapat kesalahan ejaan tanda baca penggunaan huruf kapital secara ilmiah sebagian besar siswa (78 7%) berkualifikasi mampu dan sebagian kecil (21 4%) berkualifikasi sangat mampu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diberikan saran kepada dua pihak yaitu kepada guru bahasa Indonesia temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam merencanakan materi dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Dari hasil analisis yang kurang mampu dalam menulis struktur teks eksplanasia adalah pernyataan umum. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin mengambil atau melakukan penelitian sejenis dianjurkan mengambil fokus penelitian yang sifatnya lebih luas dan dengan subjek yang berbeda. Hal tersebut bertujuan menambah kajian dan temuan yang lebih akurat ketika menulis teks eksplanasi.