UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pengaruh olahraga moderat dan olahraga high intensity terhadap kadar hormon melatonin pada tikus Rattus norvegius wistar putih / Joseph Kenoly Nugroho

Nugroho, Joseph Kenoly - Nama Orang;

Abstrak
iv RINGKASAN Nugroho J.K. 2018. Pengaruh Olahraga Moderat dan High Intenity terhadap Kadar Hormon Melatonin pada Tikus Rattus Norvegicus Wistar. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Olivia Andiana S.Or. M.Kes. (II) dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes. Kata kunci olahraga moderat olahraga high intensity hormon melatonin Olahraga dengan dosis yang benar dapat meningkatan kemampuan fisiologis tubuh sedangkan dosis yang melebihi kemampuan tubuh dapat menyebaban efek negatif bagi tubuh. Efek negatif yang ditimbulkan adalah menekan sekresi hormon melatonin dalam tubuh. Rendahnya kadar hormon melatonin menyebabkan tingginya radikal bebas dan menurunkan kualitas tidur (insomnia).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh olahraga moderat dan high intensity terhadap kadar hormon melatonin pada tikus rattus norvegicus wistar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratories dengan rancangan penelitian randome control group posttest-only design dengan menggunakan sampel hewan coba tikus putih jenis wistar sebanyak 33 ekor jenis kelamin jantan usia 8 minggu dengan berat badan 160 20 gram yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu olahraga moderat olahraga high intensity dan kontrol. Olahraga moderat dilakukan dengan cara tikus berlari di atas treadmill dengan kecepatan 14-16 m/min selama 15-30 menit yang dilakukan secara interval sedangkan olahraga high intensity dengan kecepatan 22-25 m/min selama 10-20 menit yang dilakukan secara interval. Perlakuan dilakukan mulai pukul 17.00-21.00 WIB dengan frekuensi 3 kali/minggu selama 12 minggu. Pengambilan sampel darah dilakukan 12 jam setelah perlakuan olahraga terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran kadar hormone melatonin dengan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) sedangkan teknik analisis data menggunakan uji beda Anova dengan taraf signifikasi 0 05 atau (p 0 05). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji beda Anova dengan taraf signifikansi 0 05 diperoleh nilai sig. 0 002 (p 0 05) yang diartikan terdapat perbedaan signifikansi antara kelompok olahraga moderat dengan kelompok olahraga high intensity dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kadar hormon melatonin kelompok olahraga moderat dengan kelompok high intensity dan kontrol sig. 0 002 atau (p 0 05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh olahraga moderat dan high intensity terhadap hormon melatonin. Olahraga dengan dosis yang tepat (moderat) dapat meningkatkan sekresi hormon melatonin sehingga mencegah terjadinya radikal bebas dan insomnia.


Informasi Detail
DDC
Rs 612.405 NUG p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Keolahragaan, 2018.
Deskripsi Fisik
xii, 82 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04324/KI/18
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2018
Subjek
1. HORMON MELATONIN
2. MELATONIN HORMONES

Pembimbing
1. Olivia Andiana ; 2. Rias Gesang Kinanti
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik