Skripsi
Pengaruh penggunaan media pembelajaran pop up terhadap kemampuan memahami cerita fabel untuk siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang / Epri Kusuma Putranti
Abstrak
RINGKASAN Putranti Epri Kusuma. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Pop Up Terhadap Kemampuan Memahami Cerita Fabel Untuk Siswa Kelas VII SMP Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hj. Titik Harsiati M.Pd. Kata Kunci media pembelajaran memahami isi cerita Fabel Pop Up Pembelajaran berbasis teks sangat berkaitan dengan aspek keterampilan membaca. Membaca merupakan suatu kegiatan yang dilakukan pembaca untuk memperoleh informasi yang terkandung dalam sebuah bacaan. Dengan demikian keterampilan siswa dalam memahami isi bacaan sangat dibutuhkan. Salah satu cara untuk mengetahui apakah siswa sudah mampu memahami isi bacaan adalah melalui cerita fabel. Pembelajaran memahami isi bacaan cerita fabel dapat terlakasana dengan optimal apabila guru menggunakan media pembelajaran yang tepat. Penelitian ini menggunakan media pembelajaran buku Pop Up untuk diterapkan dalam pembelajaran memahami cerita fabel. Buku Pop Up itu sendiri dapat diartikan sebagai buku yang berisi catatan atau kertas bergambar tiga dimensi yang mengandung unsur interaktif pada saat dibuka seolah-olah ada sebuah benda yang muncul dari dalam buku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Pop Up terhadap kemampuan memahami cerita fabel siswa SMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Control Group Pretes-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 dari 8 kelas keseluruhan. Dua kelas tersebut yaitu kelas VII 3 sebagai kelas kontrol dan VII 4 sebagai kelas eksperimen. Pemilihan dua kelas tersebut secara acak tanpa memperhatikan starta yang ada dalam populasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes subjektif yang berupa soal uraian beserta rubrik penilaiannya. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan memahami cerita fabel. Tahap penelitian yang dilakukan sebagai berikut pertama pemberian pretes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam memahami cerita fabel. Kedua pemberian perlakuan berupa media pembelajaran buku cerita Pop Up pada kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol tidak diberikan. Ketiga pemberian postes pada kelas eksperimen dan kontrol. Keempat data yang diperoleh tersebut selanjutnya dianalisis untuk menguji normalitas homogenitas dan hipotesis dengan menggunakan perhitungan statistik dibantu dengan program SPSS for windows. Uji statistik tersebut menggunakan Uji-t (independent t-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 77 94 72 09 hal ini menunjukkan ada pengaruh secara signifikan antara media pembelajaran Pop Up terhadap kemampuan memahami cerita fabel siswa SMP Negeri 21 Malang. Hasil Uji-t ii diperoleh nilai signifikansi 0 001 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima atau media pembelajaran Pop Up berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami cerita fabel. Secara khusus penggunaan media pembelajaran Pop Up berpengaruh terhadap kemampuan memahami cerita fabel pada aspek rangkaian peristiwa. Hasil Uji-t terhadap skor aspek rangkaian peristiwa diperoleh nilai signifikansi 0 000 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha 2 diterima atau media pembelajaran Pop Up berpengaruh terhadap kemampuan memahami cerita fabel pada aspek rangkaian peristiwa. Rata-rata skor rangkaian peristiwa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 68 50 61 77. Namun pada aspek karakteristik tokoh dan pesan/amanat kelas eksperimen tidak memiliki capaian nilai rata-rata yang lebih tinggi dibanding dengan kelas kontrol. Pada aspek karakteristik tokoh skor yang diperoleh 6 41 7 12 dan pada aspek pesan/amanat diperoleh skor 3 00 3 21. Hasil Uji-t terhadap skor karakteritik tokoh diperoleh nilai signifikansi 0 199 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha 1 ditolak sedangkan hasil Uji-t terhadap skor pesan/amanat diperoleh nilai signifikansi 0 500 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha 3 ditolak. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Pop Up berpengaruh terhadap kemampuan memahami cerita fabel siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Pada kemampuan memahami cerita fabel aspek rangkaian peristiwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih unggul media pembelajaran Pop Up memberikan pengaruh pada rangkaian peristiwa sehingga memudahkan siswa dalam mengerti dan memahami alur cerita yang ada. Namun pada kemampuan memahami cerita fabel aspek karakteristik tokoh dan pesan/amanat nilai rata-rata kelas eksperimen tidak lebih unggul terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya siswa dalam memahami cerita fabel aspek karakteristik tokoh dan pesan/amanat yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam mengintepretasi suatau cerita.