Skripsi
Pengaruh model pembelajaran learning cycle 5E terhadap keterampilan proses sains pada tema pencemaran lingkungan SMP kelas VII / Binti Aliatul Mutma\'inah
Abstrak
RINGKASAN Mutma inah Binti Aliatul. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Keterampilan Proses Sains pada Tema Pencemaran Lingkungan SMP Kelas VII. Skripsi Program Studi Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Kadim Masjkur M.Pd. (II) Drs. I Wayan Sumberartha M.Sc Ph.D. Kata kunci Learning cycle 5E keterampilan proses sains pencemaran lingkungan Pembelajaran sains tidak hanya terdiri dari pembelajaran dengan produk berupa fakta konsep dan teori tetapi juga terdiri atas kegiatan proses aktif menggunakan pikiran dan sikap ilmiah dalam mempelajari gejala alam yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang tertuang dalam keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains dapat dilatih dengan menggunakan pendekatan saintifik. Pada penelitian ini menggunakan model learning cycle 5E. Melalui model ini siswa melakukan penyelidikan secara langsung sehingga keterampilan proses mereka dapat dirukur dengan baik. Keterampilan proses sains yang dimiliki siswa diharapkan mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang mampu memecahkan permasalahan lingkungan yang terjadi pada saat ini dan mengantisipasinya di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran learning cycle 5E terhadap keterampilan proses sains pada tema pencemaran lingkungan SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Malang dengan kelas sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik random sampling atau pengambilan secara acak. Kelas yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah kelas VII E sebagai kelas eksperimen yang belajar menggunakan model learning cycle 5E dan kelas VII G sebagai kelas kontrol yang belajar menggunakan model konvensional. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah tes keterampilan proses sains pada materi pencemaran lingkungan yang berjumlah 16 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest keterampilan proses sains siswa yang diajarkan menggunakan model learning cycle 5E lebih tinggi daripada nilai rata-rata posttest keterampilan proses sains siswa yang diajarkan menggunakan model konvensional yaitu 86 dan 80. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung 4 177 2 738 (t tabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model learning cycle 5E berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa pada pencemaran lingkungan kelas VII.