Skripsi
Pengembangan instrumen tes diagnostik three-tier konsep getaran dan gelombang untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMP kelas VIII / Muhammad Ainal Yaqin
Abstrak
vi RINGKASAN Yaqin Muhammad Ainal. 2018. Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Threetier Konsep Getaran dan Gelombang untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Vita Ria Mustikasari S.Pd. M.Pd. (2) Erni Yulianti S.Pd. M.Pd. Kata Kunci miskonsepsi instrumen tes diagnostik three-tier getaran dan gelombang Siswa yang mengalami kekeliruan dalam memahami konsep dapat menyebabkan miskonsepsi. Miskonsepsi mempengaruhi efektivitas proses belajar siswa selanjutnya karena siswa kesulitan dalam memadukan informasi baru di dalam struktur kognitifnya. Jika miskonsepsi terjadi secara terus menerus mengakibatkan kemampuan siswa rendah sehingga perlu segera dilakukan identifikasi agar dapat ditentukan solusi yang tepat dalam memperbaiki konsepsi. Salah satu cara untuk mengidentifikasi miskonsepsi melalui tes diagnostik threetier. Kelebihan tes diagnostik three-tier adalah tidak diperlukan wawancara untuk mengetahui keyakinan pilihan jawaban siswa. Tujuan penelitian ini mengembangkan instrumen tes diagnostik three-tier konsep getaran dan gelombang yang valid dan reliabel serta mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas VIII SMP pada konsep getaran dan gelombang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R D). Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa instrumen tes diagnostik three-tier konsep getaran dan gelombang. Penelitian ini menggunakan model penelitian Borg Gall. Penelitian ini terbatas hingga tahap uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing). Pengembangan tier pertama melalui penjaringan soal uraian dengan subjek uji sebanyak 32 siswa kelas IX SMP. Pengembangan tier kedua melalui penjaringan soal pilihan ganda alasan terbuka dengan subjek uji sebanyak 60 siswa SMP kelas VIII. Subjek identifikasi miskonsepsi tentang konsep getaran dan gelombang adalah siswa SMP kelas VIIIA semester genap tahun ajaran 2017/2018 di SMPN 3 Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan 26 butir soal yang valid dengan reliabilitas sebesar 0 814. Hasil identifikasi miskonsepsi yang ditemukan sebagai berikut. (1) Periode getaran bandul semakin kecil jika panjang tali semakin panjang dan periode getaran semakin besar jika massa bandul semakin besar (2) Panjang gelombang transversal merupakan simpangan antara dua puncak gelombang yang berdekatan sedangkan panjang gelombang longitudinal merupakan jarak antara dua partikel dalam kondisi tidak terganggu jarak antara pusat rapatan ke pusat renggangan (3) Gelombang memindahkan energi (4) Semakin tinggi frekuensi gelombang maka cepat rambat gelombang semakin cepat (5) Bunyi tidak dapat merambat pada medium zat padat tetapi dapat merambat pada ruang hampa udara.