Skripsi
Pengaruh pemberian ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) lokal Jawa Timur terhadap ekspresi Vascular Cell Adhesion Molecules-1 (VCAM-1) pada aorta mencit (Mus musculus) model aterosklerosis / Isfatun Chasanah
Abstrak
RINGKASAN Chasanah Isfatun. 2018. Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) Lokal Jawa Timur terhadap Ekspresi Vascular Cell Adhesion Molecules-1 (VCAM-1) Pada Aorta Mencit (Mus musculus) Model Aterosklerosis. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Abdul Gofur M.Si. (II) Dr. Sri Rahayu Lestari M.Si. Kata Kunci ekstrak bawang putih tunggal ekspresi VCAM-1 aterosklerosis Aterosklerosis merupakan penyakit akibat respon inflamasi yang ditandai dengan adanya akumulasi lipid didalam pembuluh arteri sehingga menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Aterosklerosis dapat menyerang arteri pada otak jantung ginjal organ ekstremitas maupun organ vital lainnya. Penumpukan Low Density Lipoprotein (LDL) didalam darah merupakan faktor utama pemicu disfungsi endotel dan mengakibatkan adanya proses inflamasi. Respon inflamasi mengakibatkan terekspresinya molekul adhesi seperti Vascular Cell AdhesionMolecules-1 (VCAM-1).Peranan VCAM-1 yaitu merangsang penempelan monosit pada dinding endotel arteri sehingga monosit dapat masuk ke lapisan sub endotel tunika intima arteri ataupun lapisan dibawahnya.Monosit tersebut akan berdiferensiasi menjadi makrofag dan memfagosit LDL yang teroksidasi (Ox-LDL) melalui reseptor scavenger yang kemudian akan membentuk foam cell. Foam cell yang terus terbentuk diikuti dengan adanya proliferasi otot polos ke tunika intima dapat menyebabkan penebalan dinding arteri dengan terbentuknya fibrous plaque. Bawang putih tunggal (Allium sativum L.) diketahui memiliki kandungan senyawa Allicin dan S-allylcysteineyang berperan sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan dapat mencegah terjadinya stres oksidatif. Pencegahan stres oksidatif menyebabkan modifikasi LDL (Ox-LDL) dapat dihindari sehingga kemungkinan disfungsi endotel arteri yang mengarah pada proses inflamasi menjadi berkurang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) lokal Jawa Timur terhadap ekspresi VCAM-1 pada aorta mencit (Mus musculus) model aterosklerosis. Objek penelitian yaitu mencit jantan galur Balb-C berumur 2-3 bulan dengan berat badan 30 5 gram yang kemudian diaklimatisasi selama 1 minggu. Mencit kemudian dibagi menjadi 6 kelompok diantaranya yaitu kelompok normal kelompok kontrol negatif (mencit model aterosklerosis) kelompok kontrol positif (mencit model aterosklerosis obat simvastatin) dan 3 kelompok perlakuandengan masing-masing kelompok sebanyak lima kali ulangan. Kelompok perlakuan (P1-P3) secara berurutan diberi ekstrak bawang putih tunggal dengan dosis P1 12 5mg/KgBB P2 25mg/KgBB dan P3 dosis 50 mg/KgBB. Pemberian pakan aterogenik pada mencit yaitu selama 45 hari hingga menjadi mencit model aterosklerosis. Pemberian ekstrak bawang putih tunggal dilakukan selama 4 minggu secara oral dengan metode sonde. Mencit pada akhir perlakuan kemudian dibedah untuk diambil organ aorta kemudian dibuat preparat untuk pemeriksaan ekspresi VCAM-1 dengan metode Immunohistokimia-Flouresence (IHK-F) dengan antibodi spesifik. Preparat organ aorta juga diwarnai dengan Hematoxylin Eosin (HE) untuk melihat keberadaan foam cell pada mencit model aterosklerosis. Nilai ekspresi VCAM-1 pada aorta mencit model aterosklerosis menunjukkan data terdistribusi secara normal dan homogen. Hasil uji Anava tunggal didapatkan nilai P 0 00