Tugas Akhir
Pemanfaatan amplifier kelas D sebagai audio amplifier dengan efisien daya tinggi / Riza Adi Purwonegoro
Abstrak
ABSTRAK Purwonegoro Riza Adi. 2016. Pemanfaatan Amplifier Kelas D Sebagai Audio Amplifier dengan Efisien Daya Tinggi. Tugas Akhir Program Studi D3 Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Suwasono M.T. Kata Kunci Amplifier Kelas D PWM amplifier Efisien Audio Amplifier merupakan suatu perangkat elektronik yang digunakan untuk menguatkan sinyal audio yang kecil menjadi lebih besar sehingga dapat menjalankan beban speaker dan menghasilkan suara yang lebih keras untuk didengar. Berdasarkan prinsip kerja audio amplifier sendiri memiliki perbedaan dalam menguatkan sinyal yang digolongkan dalam beberapa kelas diantaranya yang umum ditemui adalah kelas A AB dan D. Kebanyakan amplifier yang ada di pasaran menggunakan rangkaian linear yang termasuk dalam amplifier kelas AB. Amplifier kelas AB termasuk dalam golongan amplifier yang masih memiliki tingkat efisiensi cukup rendah namun diatas dari kelas A. Amplifier kelas AB ini kurang efisien karena sebagian dayanya terbuang menjadi panas. Amplifier kelas D mempunyai efisiensi yang lebih tinngi dari amplifier kelas AB. Amplifier kelas D dalam proses penguatannya berbeda dengan kelas yang sebelumnya. Ampilifier ini menggunakan metode PWM (Pulse Width Modulation) untuk menguatkan sinyal. Amplifier kelas D juga biasa disebut sebagai PWM amplifier atau switching amplifier karena dari prinsip kerjanya yang hanya terdiri dari dua kondisi yaitu ON dan OFF namun dengan frekuensi yang tinggi dalam orde ratusan kilohertz. Tujuan dari tugas akhir Pemanfaatan amplifier kelas D sebagai audio amplifier dengan efisien daya tinggi ini adalah (1) Merancang dan membuat audio amplifier kelas D (2) untuk menguji kelayakan audio amplifier kelas D. Hasil uji coba yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut (1) Pengujian tone control didapat respon frekuensi yang sesuai dengan pengaturan level bass dan treble (2) Pengujian modulator menunjukkan bahwa gelombang segitiga dan kotak yang dihasilkan berubah-ubah sesuai dengan input yang diberikan (3) Pengujian rangkaian switching menunjukkan sinyal yang diumpankan ke gate MOSFET melalui buffer mampu untuk menjalankan MOSFET baik low side maupun high side (4) Pengujian output amplifier menunjukkan bahwa gelombang output yang dihasilkan mendekati gelombang input yang masih disertai gelombang sinyal carrier dari switching tersebut namun dengan level sinyal yang sangat kecil serta didapat pula daya output sebesar 88 watt pada beban 4 1 ohm (5) Pengujian respon frekuensi output amplifier juga menunjukkan bahwa gelombang output sesuai dengan gelombang input sinyal yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat dapat bekerja baik sesuai dengan fungsinya.