Skripsi
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional Kucing-Kucingan Pada Anak Kelompok A di RA Muslimat NU 25 Malang / Dea Merina Wulandari
Abstrak
ABSTRAK Wulandari Dea Merina. 2018. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional Kucing-Kucingan Pada Anak Kelompok A di RA Muslimat NU 25 Malang. Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Tomas Iriyanto S.Pd M.Pd. (2) Retno Tri Wulandari S.Pd M.Pd. Kata Kunci kemampuan motorik kasar permainan kucing-kucingan kelompok A Perkembangan motorik anak usia dini sama pentingnya dengan aspek perkembangan yang lain karena baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perilaku anak sehari-hari. Hasil pengamatan yang dilakukan pada bulan Agustus 2017 di kelompok A RA Muslimat NU 25 Malang peneliti menemukan bahwa dari 13 anak ditemukan ada 7 anak yang memiliki kemampuan motorik kasar kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permainan tradisional kucing-kucingan pada anak serta peningkatan kemampuan motorik kasar pada kelompok A di RA Muslimat NU 25 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru TK. Subjek yang diteliti adalah anak RA Muslimat NU 25 Malang kelompok A yang berjumlah 13 anak terdiri dari 6 perempuan dan 7 laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan kucing-kucingan pada anak kelompok A dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang telah dilakukan sesuai dengan langkah-langkah dalam penerapan permainan tradisional kucing-kucingan dan hasil penilaian pada kondisi awal memiliki persentase 46 15%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I menurun dengan persentase 27 27%. Pada tindakan siklus II meningkat dengan persentase 90 90%. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan permainan kucing-kucingan mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Permainan kucing-kucingan dapat dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran peningkatan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A. Guru diharapkan dapat mengembangkan berbagai variasi kegiatan bermain dalam mengembangkan aspek kemampuan anak yang lainnya.