Skripsi
Profil pelaksanaan gerakan literasi baca tulis di kelas V SDN Sawojajar 6 Kota Malang / Emira Farida Infani
Abstrak
i ABSTRAK Infani Emira Farida. 2018. Profil Pelaksanaan Gerakan Literasi Baca Tulis di Kelas 5 SDN Sawojajar VI Kota Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muhana Gipayana M.Pd (II) Putri Mahanani S.Pd M.Pd. Kata kunci Gerakan Literasi Sekolah Literasi Baca Tulis. Sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional sebagai bagian dari implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Salah satu jenis dari gerakan literasi sekolah yakni literasi baca tulis. Program tersebut untuk menumbuhkan minat dan melatih kemampuan membaca dan menulis siswa. Gerakan literasi sekolah mulai diterapkan di SDN Sawojajar VI kota Malang tahun 2017/2018. Penelititan ini hanya akan meneliti tentang literasi baca tulis di kelas 5. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan gerakan literasi baca tulis di kelas 5 SDN Sawojajar VI kota Malang dan untuk mengetahui sarana dan prasarana sekolah yang mendukung pelaksanaan gerakan literasi baca tulis di kelas 5 SDN Sawojajar VI kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data penyajian data dan menarik kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi. Berdasar data dari hasil analisis diperoleh data bahwa literasi di kelas 5 dilaksanakan hari Senin sampai dengan Kamis dengan kegiatan membaca buku non pelajaran dan ada tagihan non akademik berupa tulisan siswa. Waktu pelaksanaan literasi yakni 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan atau pada jam setelah istirahat kedua. Kegiatan membaca yang dilakukan yaitu membaca bersama dan membaca mandiri. Guru telah melaksanakan tahapan-tahapan membaca. Pelaksanaan literasi di kelas 5 disesuaikan dengan situasi dan kondisi kelas maupun sekolah. Sekolah menjalin kerjasama dengan orang tua siswa dalam pelibatan literasi dan belum bekerjasama dengan instansi terkait. Belum terbentuknya Tim Literasi Sekolah tetapi ada guru yang bertanggungjawab dalam literasi. Pelaksanaan gerakan literasi di kelas 5 didukung dengan sarana dan prasarana literasi meliputi perpustakaan sekolah sudut baca kelas 5 dan area baca. Perpustakaan sekolah sementara belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bahan kaya teks pada area baca masih kurang seperti bahan pustaka dan label nama tumbuhan. Saran untuk sekolah hendaknya dapat meningkatkan pelaksanaan gerakan literasi baca tulis dapat membuat perencanaan lebih lanjut tentang literasi bekerjasama atau melibatkan publik terkait literasi. Sekolah hendaknya memperbaiki sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran pelaksanaan gerakan literasi baca tulis. Untuk peneliti lain hendaknya dalam penelitian selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan perbandingan.