Skripsi
Pengembangan simulasi 3 dimensi perangkat jaringan nirkabel berbasis desktop sebagai suplemen pembelajaran jaringan nirkabel bermuatan problem based learning Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 3 Malang / Whyna Agustin
Abstrak
v ABSTRAK Agustin Whyna. 2018. Pengembangan Simulasi 3 Dimensi Perangkat Jaringan Nirkabel Berbasis Desktop sebagai Suplemen Pembelajaran Jaringan Nirkabel Bermuatan Problem-Based Learning Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 3 Malang. Proposal Skripsi Jurusan Teknik Elektro Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ir. Syaad Patmanthara M.Pd. (2) M. Zainal Arifin S.Si. M.Kom. Kata Kunci simulasi 3 dimensi aplikasi desktop perangkat jaringan nirkabel suplemen pembelajaran Proses pembelajaran pokok bahasan perangkat jaringan nirkabel masih menggunakan modul digital yang hanya menyajikan teks dan gambar dua dimensi. Akibatnya peserta didik cenderung kesulitan dalam membayangkan terbentuknya sinyal jaringan. Selain itu praktikum yang dilakukan dalam pokok bahasan tersebut hanya mengenai bentuk jaringan nirkabel dan konfigurasi perangkatnya. Peserta didik belum dibekali dengan keterampilan individu mengenai studi kasus proses perancangan dan pemasangan perangkat jaringan nirkabel. Kendala yang dialami adalah karena terbatasnya jumlah perangkat jaringan nirkabel yang dimiliki oleh sekolah. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu simulasi perangkat jaringan nirkabel secara 3 dimensi berbasis aplikasi desktop sebagai suplemen pembelajaran perangkat jaringan nirkabel bermuatan problem-based learning agar siswa dapat meningkatkan keterampilan dalam menganalisis masalah perancangan dan pemasangan jaringan nirkabel yang dibantu dengan adanya visualisasi secara 3 dimensi. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan mengacu pada metode pengembangan Sadiman. Adapun langkah-langkahnya yaitu (1) identifikasi kebutuhan (2) merumuskan tujuan instruksional (3) merumuskan butir-butir materi (4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan (5) menulis naskah media (6) tes/uji coba dan revisi. Tahapan uji coba yang dilakukan untuk menentukan kelayakan adalah (1) uji coba satu lawan satu (2) uji coba kelompok kecil dan (3) uji lapangan. Hasil dari pengembangan telah dinyatakan valid 85 66% oleh ahli materi dan valid 96 35% oleh ahli media. Rata-rata validasi yang didapatkan adalah sebesar 91 00 % sehingga dapat dinyatakan sangat valid untuk dilakukan uji coba. Sedangkan pada tahap uji coba diperoleh persentase sebesar 78 15 untuk uji satu lawan satu 81 42% untuk uji kelompok kecil dan 81 98% untuk uji lapangan. Persentase rata-rata yang didapat dari hasil uji coba adalah 80 52%. Berdasarkan nilai persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa suplemen pembelajaran yang dikembangkan memiliki kategori layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran.