Skripsi
Uji beda kualitas air Sungai Metro ditinjau dari parameter fisik-kimia berdasarkan musim giling dan musim tidak giling di Pabrik Gula Kebonagung Malang / Ranisa Wijayanti
Abstrak
i RINGKASAN Wijayanti Ranisa. 2018. Uji Beda Kualitas Air Sungai Metro Ditinjau Dari Parameter Fisik-Kimia Berdasarkan Musim Giling Dan Tidak Giling Di Pabrik Gula Kebonagung Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono. M. PD. (II) Nurnaningsih Herya Ulfah S. KM. M. Kes. Kata Kunci pencemaran parameter fisik parameter kimia air sungai Jawa Timur merupakan Provinsi ke tiga penyumbang kota dan desa dengan pencemaran air tertinggi di Indonesia. Sebanyak 759 kota dan desa di Jawa Timur menyumbangkan berbagai macam polutan yang membahayakan tidak saja bagi ekosistem di dalam air namun kualitas air pun juga ikut menurun dengan jumlah polutan yang masuk di setiap harinya (Badan Pusat Statistik 2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji beda kualitas air Sungai Metro di belakang Pabrik Gula Kebonagung Malang ditinjau dari parameter fisik-kimia berdasarkan musim giling dan musim tidak giling Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan khusus untuk menggambarkan keadaan atau status suatu fenomena. Subjek penelitian yaitu sampel air Sungai Metro yang terletak di belakang PG. Kebonagung. Analisis data yaitu Uji Spahiro Wilk yakni dengan Uji Normalitas kemudian Uji beda (Paired Sample T-Test) dengan menggunakan software computer. Hasil penelitian ini menunjukkan semua parameter fisik yang meliputi uji bau uji warna (Sig 0 33) uji suhu uji turbidity (Sig 0 512) uji TSS (Sig 0 622) uji TDS (Sig 0 074) dan parameter kimia yang meliputi pH (Sig 0 300) COD (Sig 0 421) dan BOD (Sig 0 274) tidak memiliki perbedaan baik pada saat musim tidak giling dan musim giling. Namun ada beberapa indikator yang mengalami penurunan dari musim tidak giling ke musim giling yaitu parameter TSS yang mengalami penurunan sebesar 0 014% di titik 1 di titik 2 TSS mengalami penurunan sebesar 0 035% dan di titik 3 mengalami penurunan sebesar 0 019%. Turbidity mengalami penurunan sebesar 0 066% di titik 1 di titik 2 terjadi penurunan sebesar 0 026% dan di titik 3 mengalami penurunan sebesar 0 0225%. COD pada titik 1 terjadi penurunan sebesar 0 067% di titik 2 terjadi penurunan sebesar 0 1291% dan di titik 3 terjadi penurunan sebesar 0 3175%. BOD mengalami penurunan di titik 1 sebesar 0 0225% di titik 2 terjadi penurunan sebesar 0 0715% dan di titik 3 mengalami penurunan sebesar 0 1003%. Sedangkan parameter yang mengalami kenaikan dari musim tidak giling ke musim giling yaitu suhu di titik 1 mengalami kenaikan sebesar 0 01% di titik 2 mengalami penurunan sebesar 0017% dan di titik ke 3 mengalami penurunan sebesar 0 021%. Ph mengalami kenaikan 0 0004% di titik 1 di titik 2 mengalami kenaikan sebesar 0 0009% dan titik ke 3 mengalami kenaikan sebesar 0 0001%. TDS mengalami kenaikan sebesar 0 762% di titik 1 di titik 2 dan 3 terjadi kenaikan sebesar 0 024%. Jadi kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kualitas air Sungai Metro pada saat musim tidak giling dan musim giling.