Skripsi
Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner menggunakan Pendekatan WHO STEPwise Step 1 dan Step 2 di RSUD Gambiran Kota Kediri / Ninik Eka Trissiana
Abstrak
RINGKASAN Trissiana Ninik Eka. 2018. Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner menggunakan Pendekatan WHO STEPwise Step 1 dan Step 2 di RSUD Gambiran Kota Kediri. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Hartati Eko Wardani M.Si.Med. (II) drg. Rara Warih Gayatri M.PH. Kata Kunci penyakit jantung koroner WHO STEPwise Step 1 WHO STEPwise Step 2 faktor risiko. Menurut data World Health Organization (WHO) penyakit kardiovaskular diperkirakan menyebabkan 17 7 juta kematian pada tahun 2015 artinya mewakili 31% dari seluruh kematian di dunia. Berdasarkan jumlah kematian tersebut sebesar 7 4 juta orang meninggal karena Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan 6 7 juta orang meninggal karena stroke. Menurut Riskesdas (2013) Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan prevalensi PJK tertinggi di Indonesia dengan jumlah kasus 375.127. RSUD Gambiran merupakan rumah sakit dengan kasus kematian tertinggi di Kediri dengan jumlah 1.262 kasus kematian sedangkan jumlah kematian PJK di RSUD Gambiran tahun 2017 sebanyak 16%. Surveilans faktor risiko PJK yang tepat perlu dilakukan untuk menekan tingginya kematian dan kesakitan penderita PJK dengan menggunakan instrumen WHO STEPwise. WHO STEPwise belum pernah digunakan di RSUD Gambiran dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular khususnya penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner menggunakan pendekatan WHO STEPwise Step 1 dan Step 2 (inti) di RSUD Gambiran Kota Kediri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 pasien yang periksa di Poli Jantung RSUD Gambiran Kota Kediri yang telah memenuhi kriteria inklusi. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara pengukuran dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner STEPwise WHO Step 1 (core/inti) dan pengukuran langsung terhadap responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 responden dengan penyakit jantung koroner dan 52 responden bukan penyakit jantung koroner. Distribusi berdasarkan karakteristik responden yaitu lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (57 3%) golongan umur 60-69 tahun (49%) dan memiliki golongan pendidikan dasar (68 8%). Analisis penelitian menggunakan uji chi square ( 593 0 05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada variabel penggunaan tembakau (p 0 037) konsumsi sayur dan buah (p 0 027) riwayat hipertensi (p 0 001) riwayat diabetes mellitus (p 0 005) riwayat penyakit kardiovaskuler (p 0 010) lingkar pinggang (p 0 035). Aktivitas fisik indeks massa tubuh dan tekanan iii darah tidak berhubungan secara signifikan dengan penyakit jantung koroner (p 0 05). Simpulan penelitian ini adalah penggunaan tembakau konsumsi sayur dan buah riwayat hipertensi riwayat diabetes mellitus riwayat penyakit kardiovaskuler lingkar pinggang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian penyakit jantung koroner. Sedangkan aktivitas fisik indeks massa tubuh dan tekanan darah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian penyakit jantung koroner di RSUD Gambiran Kota Kediri.