Skripsi
Pengaruh integrasi Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) ke dalam pembelajaran IPA model Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan literasi sains siswa kelas VII SMPN 2 Malang pada materi pemanasan global / Maria Desy Tania
Abstrak
RINGKASAN Tania Maria D. 2017. Pengaruh Integrasi Science Technology Engineering Mathematics (STEM) ke Dalam Pembelajaran IPA Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatan Literasi Sains Siswa Kelas VII SMPN 2 Malang pada Materi Pemanasan Global. Skripsi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Parno M.Si (II) Drs. I Wayan Sumberartha M.Si. Kata Kunci Literasi Sains Materi Pemanasan Global Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) Literasi sains merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap siswa untuk membentuk siswa yang aktif dan partisipatif dalam konteks dunia nyata serta mampu memecahkan setiap permasalahan yang ada. Berdasarkan data PISA dan studi awal bahwa literasi sains kompetensi siswa di Indonesia masih rendah. Salah satu model pembelajaran yang memberikan pengaruh positif terhadap literasi sains adalah Problem Based Learning (PBL). Integrasi Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) dapat dilakukan untuk membentuk siswa yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL terintegrasi STEM terhadap peningkatan literasi sains siswa kelas VII pada materi pemanasan global. Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi experimental design dengan pretest posttest control group design. Sampel ditentukan dengan cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes literasi sains kompetensi sebanyak 12 soal pilihan ganda dengan reliabilitas 0 6258 pada 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol. Siswa pada kelas eksperimen belajar menggunakan model PBL terintegrasi STEM sedangkan siswa pada kelas kontrol belajar menggunakan model PBL. Pada hasil tes dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas dengan menggunakan uji Fisher. Kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t one tail test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata literasi sains kompetensi siswa pada kelas eksperimen adalah 76 30 sedangkan nilai rata-rata literasi kompetensi siswa pada kelas kontrol adalah 68 75 terdapat perbedaan yang signifikan. Kemudian dilakukan uji t pada nilai rata-rata kedua kelas sehingga diperoleh hasil thitung 2 345 707 ttabel 1 696. Hasil uji N-gain pada kelas eksperimen adalah 0 585 dan kelas kontrol adalah 0 460. Hasil tersebut menunjukkan bahwa literasi kompetensi siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan PBL terintegrasi STEM lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan PBL. Dengan demikian model Problem Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering Mathematics dapat digunakan sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan literasi sains kompetensi siswa.