UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Isolasi bakteri selulolitik potensial dari Ranu pani, Ranu Regulo, Ranu Grati, dan Telaga Ngebel / Rika Ardilla

Ardilla, Rika - Nama Orang;

Abstrak
vi RINGKASAN Ardilla Rika. 2018. Isolasi Bakteri Selulolitik Potensial dari Ranu Pani Ranu Regulo Ranu Grati dan Telaga Ngebel. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Endang Suarsini M. Ked. (II) Sitoresmi Prabaningtyas S. Si. M. Si. Kata Kunci Bakteri selulolitik Ranu Pani Ranu Regulo Ranu Grati Telaga Ngebel. Danau merupakan salah satu perairan yang banyak dijumpai di Indonesia. Danau adalah cekungan yang terdapat pada permukaan bumi dan berisi air yang terbentuk secara alami maupun buatan. Perairan danau mengandung bahan organik yang berasal dari aktivitas manusia maupun secara alami. Salah satu bahan organik tersebut adalah selulosa. Bakteri selulolitik menghasilkan enzim selulase yang berperan dalam menghidrolisis selulosa menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bakteri selulolitik yang terisolasi dari Ranu Pani Ranu Regulo Ranu Grati dan Telaga Ngebel (2) mengetahui nilai indeks hidrolisis selulosa pada setiap bakteri selulolitik yang telah diisolasi dari Ranu Pani Ranu Regulo Ranu Grati dan Telaga Ngebel dan (3) menentukan spesies bakteri selulolitik yang memiliki indeks hidrolisis selulosa tertinggi dari Ranu Pani Ranu Regulo Ranu Grati dan Telaga Ngebel. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel air di 5 stasiun yang telah ditentukan pada masing-masing danau. Isolasi bakteri dilakukan dengan medium Plate Count Agar (PCA) dan selanjutnya dibuat biakan murni dengan medium Nutrien Agar (NA). Seleksi bakteri selulolitik dan pengujian indeks hidrolisis selulosa dengan medium Carboxy Methyl Cellulose (CMC) dan diinkubasi selama 1 x 24 jam pada suhu 37 C. Hasil uji positif ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar koloni bakteri.Nilai indeks hidrolisis selulosa didapatkan dari hasil bagi antara (diameter koloni zona bening) diameter koloni bakteri dan diameter koloni bakteri. Penentuan potensi bakteri selulolitik tertinggi menggunakan uji ANAVA Tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 47 isolat bakteri bersifat selulolitik dari 89 isolat bakteri yang diisolasi dari Ranu Pani Ranu Regulo Ranu Grati dan Telaga Ngebel. Masing-masing bakteri selulolitik memiliki nilai indeks hidrolisis selulosa yang berbeda yaitu berkisar antara 0 027-6 912. Bakteri dengan nilai indeks hidrolisis selulosa tertinggi 6 912 yaitu Bacillus alvei.


Informasi Detail
DDC
Rs 579.36 ARD i
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2018.
Deskripsi Fisik
xiv, 59 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04854/KI/18
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2018
Subjek
1. BAKTERI SELULOLITIK
2. CELLULOLYTIC BACTERIA

Pembimbing
1. Endang Suarsini ; 2. Sitoresmi Prabaningtyas
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik