Skripsi
Perbedaan kemandirian dan hasil belajar mata pelajaran jaringan dasar dengan penerapan model flipped classroom berbantuan video pembelajaran dibandingkan dengan model flipped classroom berbantuan animasi interaktif pada siswa kelas X TKJ di SMKN 3 Kota Batu / Kelent Daviane Wahono
Abstrak
vi ABSTRAK Wahono Kelent Daviane. 2018. Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Jaringan Dasar Karena Pengaruh Penerapan Model Flipped Classroom Berbantuan Video Pembelajaran Dibandingkan Dengan Model Flipped Classroom Berbantuan Animasi Interaktif Pada Siswa Kelas X TKJ SMKN 3 Kota Batu . Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwi Prihatno S.S.T. M.Pd (II) Drs. Hari Putranto M.Pd Kata Kunci Kemandirian Hasil Belajar Flipped Classroom Video Pembelajaran Animasi Interaktif dan Jaringan Dasar Permasalahan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran yang digunakan guru sangat konvensional sehingga kemandirian dan hasil belajar siswa kurang. Hal ini dapat dilihat pada nilai siswa yang 55% di bawah KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemandirian dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran jaringan dasar sebelum dan setelah menggunakan Model Flipped Classroom berbantuan animasi interaktif dan berbantuan video pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X TKJ SMKN 3 Batu tahun pelajaran 2017/2018. Adapun sampel penelitiannya adalah sebanyak dua kelompok kelas yaitu peserta didik kelas X TKJ A sebagai kelas eksperimen 1 yang terdiri dari 25 siswa dan kelas X TKJ C sebagai kelas eksperimen 2 yang berjumlah 25 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa pretest dan postest dengan tipe pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Sedangkan Instrument selanjutnya adalah angket kemandirian belajar yang terdiri dari 31 pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji T melalui program SPSS 21.0 for Windows yaitu dengan menggunakan Paired Sample uji T. Berdasarkan analisis data hasil penelitian pada uji T yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS maka didapati nilai Signifikan 0.025 yang berarti 0.025 0.05 atau 0.025 lebih kecil dari 0.05. Data tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan kemandirian belajar siswa mata pelajaran jaringan dasar yang diberi penerapan Flipped Classroom berbantuan video pembelajaran dibandingkan dengan penerapan Flipped Classroom berbantuan animasi interaktif. Sedangkan pada hasil belajar pada Uji T yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS maka didapati nilai Signifikan 0.200 yang berarti 0.200 0.05 atau 0.200 lebih besar dari 0.05. Data tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan Hasil belajar siswa mata pelajaran jaringan dasar yang diberi penerapan Flipped Classroom berbantuan video pembelajaran dibandingkan dengan penerapan Flipped Classroom berbantuan animasi interaktif. Kesimpulan keseluruhan bahwa penerapan Flipped Classroom berbantuan animasi interaktif lebih baik untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa dibandingkan penerapan Flipped Classroom berbantuan video pembelajaran. Sedangkan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kedua model mempunyai efek yang sama. Sebagai akhir penelitian penulis menyarankan kepada guru agar menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan agar hasil belajar dan kemandirian peserta didik dapat meningkat. v