Skripsi
Identifikasi pengetahuan metakognitif peserta didik kelas XI SMAN 1 Garum pada materi Larutan Penyangga / Nur Aini Indri Astutik
Abstrak
i RINGKASAN Astutik Nur Aini Indri.2018.Identifikasi Pengetahuan Metakognitif Peserta Didik Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Garum pada Larutan Penyangga.Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Parlan M.Si. (II) Drs. Muhammad Su aidy M.Pd. Kata kunci identifikasi pengetahuan metakognitif larutan penyangga. Pengetahuan metakognitif terdiri dari tiga bagian pengetahuan deklaratif pengetahuan prosedural dan pengetahuan kondisional. Pengukuran ketiga bagian pengetahuan metakogitif tersebut membantu peserta didik mengetahui seberapa dalam peserta didik memahami materi pelajaran dan bagaimana peserta didik menggunakan konsep pengetahuan atau strategi yang dimiliki untuk menyele-saikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan meta-kognitif peserta didik dan bagaimana hubungan pengetahuan metakognitif dengan hasil belajar peserta didik dan untuk mengetahui instrument mana yang lebih menggambarkan metakognitif peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Garum yang telah mempelajari materi larutan penyangga. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis yang terdiri dari 12 butir soal pilihan ganda yang dikembangkan peneliti disertai tes pengetahuan metakognitif diadopsi dari Rompayom (2010) dan angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI) bagian pengetahuan metakognitif diadopsi dari Schraw Dennison (1998). Instrumen valid secara isi dan butir dengan reliabilitas tinggi (0 682). Penskoran jawaban peserta didik dilakukan oleh dua orang di bidang yang sama (peneliti dan pengajar Kimia SMA kelas XI). Agar data hasil penskoran reliabel maka dilakukan uji interrater reliability yang dihitung menggunakan uji Kappa. Interpretasi Koefisien Kappa hasil uji interrater reliability mencapai kesepakatan hampir sempurna (0 936). Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan mendeskripsikan jawaban peserta didik. Analisis hubungan antara hasil belajar dengan pengetahuan metakognitif dengan uji statistik Biserial. Analisis hubungan antara hasil belajar dengan MAI dilakukan dengan uji Point Biserial. Pengetahuan metakognitif peserta didik pada materi larutan penyangga masing-masing digolongkan sebagai berikut pengetahuan deklaratif mayoritas peserta didik sedang di mana 35% peserta didik berada di tingkat rendah 63% peserta didik berada di tingkat sedang dan 4% peserta didik berada di tingkat tinggi. Pengetahuan prosedural mayoritas peserta didik sedang di mana 39% peserta didik berada di tingkat rendah 48% peserta didik berada di tingkat sedang dan 13% peserta ddik beradadi tingkat tinggi. Pengetahuan kondisional mayoritas peserta didik rendah di mana 91% peserta didik berada di tingkat rendah 4% peserta didik berada di tingkat sedang dan 5% peserta didik berada di tingkat tinggi. Pengetahuan metakognitif dengan hasil belajar memiliki hubungan yang positif sedang (0 44). Pengetahuan deklaratif dengan hasil belajar memiliki hubungan yang positif rendah (0 32). Pengetahuan prosedural dengan hasil belajar memiliki hubungan yang ii positif sedang (0 44). Pengetahuan kondisional dengan hasil belajar dengan memiliki hubungan yang positif kuat (0 66). MAI dengan hasil belajar memiliki hubungan negatif yang sangat lemah ( 0 13). MAI bagian pengetahuan deklaratif dengan hasil belajar memiliki hubungan negatif yang sangat lemah ( 0 18). MAI bagian pengtahuan prosedural dengan hasil belajar memiliki hubungan negatif yang sangat lemah ( 0 11). MAI bagian pengetahuan kondisional dengan hasil belajar dengan memiliki hubungan positif yang rendah (0 22). Pengetahuan metakognitif hasil tes lebih mampu menunjukkan pengetahuan metakognitif peserta didik dibandingkan instrumen MAI.