Skripsi
Pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMPN 1 Panggungrejo pada kegiatan menganalisis sistem sonar hewan dan pemanfaatan gelombang bunyi / Aditya Pratama Hari Kurniawan
Abstrak
i RINGKASAN Kurniawan Aditya Pratama Hari. 2018. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Panggungrejo pada Kegiatan Menganalisis Sistem Sonar Hewan dan Pemanfaatan Gelombang Bunyi. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sugiyanto S.Pd. M.Si (II) Vita Ria Mustikasari S.Pd. M.Pd. Kata kunci Problem Posing Kemampuan Berpikir Kritis. Pembelajaran IPA pada kurikulum 2013 memiliki standar kompetensi lulusan dan standar isi yang berbasis kompetensi sehingga proses pembelajaran IPA dikembangkan berdasarkan kompetensi. Kompetensi tersebut mencakup aspek sikap pengetahuan dan keterampilan. Pada aspek pengetahuan salah satunya adalah kemampuan berpikir kritis agar siswa dapat menganalisis kejadian-kejadian di lingkungannya secara kritis. Model pembelajaran problem posing dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran problem posing berpusat pada siswa melibatkan siswa dalam merumuskan dan memecahkan permasalahan sehingga dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP pada kegiatan menganalisis sistem sonar hewan dan pemanfaatan gelombang bunyi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi-experimental). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dari seluruh kelas VIII SMPN 1 Panggungrejo Kabupaten Blitar semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Kelas yang digunakan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa pada masing-masing kelas terdiri atas 24 siswa. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis atau gain score siswa yang belajar dengan model problem posing lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model konvensional dan berdasarkan hasil uji-t dengan ketentuan signifikansi 0 05 diperoleh hasil sebesar 0 033 maka H0 ditolak H1 diterima. Berdasarkan uji d-effect size didapatkan nilai sebesar 1 34 yang merupakan kategori perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa sangat tinggi. Perhitungan nilai rata-rata gain ternormalisasi didapatkan nilai sebesar 0 41 yang merupakan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini ialah penerapan model pembelajaran problem posing berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan gain score kemampuan berpikir kritis siswa kelas yang belajar dalam model pembelajaran problem posing lebih tinggi daripada gain score kemampuan berpikir kritis siswa kelas yang belajar dalam model pembelajaran konvensional.