Tesis
Kesalahan onsepp dalam pokok bahasa kesetimbangan kimia siswa kelas II SMU Negeri di Kodya Palangka Raya / oleh Ahmad S.
Abstrak
ABSTRAK Ahmad S. 1998. Kesulahun Konsep Dulam Pokok Bahusan Kesetimbangan Kimia Siswu Kelas II MAI Negeri Di Kodya Palungka Rayu. Tesis Jurusan Pendidikan Kimia Program Pascasarjana IKIP MALANG. Pembimbing (I) Drs. Effendy M.Pd Ph.D. (II) Drs. Mackinnu M. Sc Ph.D. Kata-kata kunc Usalahan konsep_ kesetimbangan kimia. Salah satu pokok bahasan dalarn mats pelajaran ilmu kimia di SMU adalah kesetimbangan kimia. Materi ini diajarkan pada siswa kelas II pada akhir caturwulan satu. Menurut Stewart (dalam Niaz 1995) kesetimbangan kimia dianggap salah satu topik yang sulit dalam program kimia dasar. Hal ini disebabkan karena di dalam pokok bahasan kesetimbangan kimia banyak terdapat konsep-konsep abstrak yang cenderung tidak mudah dipahami oleh siswa sehingga dimungkinkan siswa dapat mengalami kesalahan konsep. Tuj uan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui persentase siswa kelas II SMU yang mengalami kesalahan dalam memahami konsep-konsep dalam pokok bahasan kesetimbangan kimia berkenaan dengan (a) reaksi irreversibel (b) reaksi reversibel (c) kesetimbangan dinamik (d) tetapan kesetimbangan (e) prinsip Le Chatelier yang menyangkut perubahan konsentrasi tekanan volume dan temperatur terhadap kesetimbangan kimia (2) mengetahui pemahaman-pemahaman salah yang dimiliki oleh siswa kelas II SMU yang inengalarni kesalahan konsep dalarn pokok bahasan kesetimbangan kimia (3) mengidentifikasi sumber-sumber penyebab terjadinya kesalahan konsep dalam pokok bahasan kesetimbangan kimia. Penelitian ini menggunakan raacarman penelitian deskriftif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMU Negeri kelas 11 di Kodya Palangka Raya pada tahun ajaran 1997/1998 yang terdiri dari 28 kelas yaitu 8 kelas (SMUN 1) 8 kelas (SMUN 2) 7 kelas (SMUN 3) dan 5 kelas (SMUN 4). Dari setiap sekolah tersebut diambil satu kelas sebagai sampel penelitian secara undian. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas III 39 siswa (SMUN I j kelas 112 23 siswa (SMUN 2) kelas III 35 siswa (SMUN 3) dan kelas 112 32 siswa (SMUN 4). Jumlah siswa yang menjadi sampel penelitian adalah 129 siswa. Untuk wawancara diambil 3 siswa yang mewakili siswa dengan hasil tes tertulis tinggi sedang dan rendah dari setiap kelas yang digunakan sebagai sampel. Jumlah sampel untuk wawancara adafah 12 siswa. Data penelitian diambil dengan tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis terdiri dari 26 butir tes dan berbentuk pilihan ganda dengan 3 alternatif jawaban dan jawaban lain yang dapat diberikan oleh siswa apabila 3 alternatif jawaban yang disediakan dianggap tidak memenuhi oleh siswa. Tes ini telah divalidasi oleh 3 orang ahli dan dari hasil uji coba diperoleh koetisien reliabilitas yang diukur dengan rumus Kuber Richadson 20 atau K-R 20 sebesar 0 59 r tabei 0 32). Untuk wawancara digunakan pedoman wawancara berencana atau sondardileci interview yang telah disusun sendiri oleh peneliti dan disesuaikan dengan instrumen penelitian. Dari hasil penelitian ini diperoleh (1) persentase rata-rata kesalahan konsep siswa pada pokok bahasan kesetimbangan kimia sebesar 58% (2) Pola-pola kesalahan konsep siswa yang diidentifikasi dari penelitian ini adalah (a) Pada reaksi yang membentuk kesetimbangan reaktan habis bereaksi (42%) (b) Reaksi pembentukan produk semakin cepat dengan berkurangnya konsentrasi reaktan (33%) (c) -Dengan bertambahnya waktu reaksi reaksi ke arah pembentukan reaktan semakin lambat sampai diperoleh kecepatan yang tetap (37%) (d) Kesetimbangan kimia merupakan kesetimbangan statis karena konsentrasi zat-zat tidak berubah (59%) (e) Konsentrasi zat-zat pada waktu kesetimbangan terjadi adalah beruhah-ubah (45%). (f) Kesetim-bangan bergeser dari arah zat yang konsentrasinya diperkecil (48%) (g). Kesetim-bangan bergeser ke arah zat yang konsentrasinya diperbesar (47%) (h) Konsentrasi suatu zat bertambah apabila zat tersebut bereaksi dengan zat lain (49%) (i) Penambahan pelarut tidak merubah konsentrasi zat-zat yang ada dalam kesetimbangan (51%) (j) Perubahan tekanan pada temperatur tetap untuk reaksi setimbang dengan jumlah molekul reaktan dan produknya sama menggeser kesetimbangan yang ada (40%) (k) Katalis dapat merubah harga tetapan kesetimbangan (Kc) (38%) (1) Laju reaksi ke arah kanan sama dengan hasil kali tetapan laju reaksi dengan konsentrasi produk dipangkatkan koefisiennya (45%) (m) Laju reaksi ke arah kiri sama dengan hasil kali tetapan laju reaksi dengan konsentrasi masing--masing reaktan dipangkatkan koefisiennya (43%) (n) Harga Kc kesetirnbangan heterogen adalah hasil bagi konsentrasi produk-produk balk dalam fasa padat atau cair dengan konsentrasi reaktan (36%) (3) Sumber kesalahan konsep yang diidentifikasi pada umumnya bersumber dari siswa sedangkan kesalahan dalam memahami pengaruh katalis volume perubahan konsentrasi bersumber dari buku dan siswa.