Skripsi
Deiksis dalam tindak tutur direktif guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lumajang / Suhufil Ulla
Abstrak
i RINGKASAN Ulla Suhufil. 2018. Deiksis dalam Tindak Tutur Direktif Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lumajang. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. H. Suparno. Kata kunci bentuk deiksis persona bentuk deiksis nonpersona penggunaan deiksis kata sapaan. Sebuah wacana kelas hendaknya mengandung unsur-unsur kebahasaan tertentu untuk menunjang tercapainya tujuan interaksi antara guru dengan siswa. Unsur-unsur kebahasaan tersebut dapat berupa kode bahasa atau bentuk bahasa. Deiksis merupakan salah satu bentuk bahasa yang ikut mendukung tercapainya suatu tujuan atau maksud sebuah tuturan dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan deiksis yang terdapat dalam tindak tutur direktif guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lumajang dengan dua subtujuan yang menyertainya yaitu mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis baik bentuk deiksis persona maupun bentuk deiksis nonpersona serta mendeskripsikan penggunaan bentuk deiksis yang dipengaruhi oleh beberapa aspek pragmatik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisis data pada penelitian ini adalah pedoman perekaman tuturan sumber data pedoman pencatatan lapangan pedoman transkripsi data pedoman elisitasi data serta pedoman analisis data. Data yang diperoleh berupa data verbal yaitu deiksis yang terdapat pada tindak tutur direktif guru bahasa dalam proses belajar mengajar. Sumber data penelitian ini ialah tuturan direktif guru bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Lumajang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik perekaman tuturan sumber data menggunakan alat perekam (kamera digital). Selain teknik perekaman peneliti juga menggunakan teknik pencatatan lapangan untuk memperoleh data lapangan. Analisis data pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan pedoman analisis data yaitu peneliti membaca kembali tuturan direktif guru yang mengandung kata deiktis. Kemudian peneliti mengidentifikasi mengklasifikasi dan mengodifikasi kata deiktis dalam tuturan direktif tersebut sesuai dengan kategorisasi bentuk deiksis dan fokus penelitian. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bentuk deiksis dan juga penggunaan bentuk deiksis yang dipengaruhi oleh beberapa aspek. Bentuk deiksis yang ditemukan bentuk deiksis persona I tunggal (saya) bentuk deiksis persona I jamak (kita) bentuk deiksis persona II tunggal (kamu kata ganti milik -mu nama diri sapaan Le ) bentuk deiksis persona II jamak (kamu kata ganti milik -mu kata ganti milik -nya nama diri sapaan Rek sebutan kelompok orang) bentuk deiksis III tunggal (nama diri dan nama diri disertai penanda kesenioritasan) bentuk deiksis persona III jamak (nama jenis profesi dan sebutan kelompok orang) bentuk deiksis ruang yang referennya dekat dengan penutur (ini dan di sini) dan jauh dari penutur (itu dan di situ) serta bentuk deiksis waktu yang referennya berada di masa lalu (tadi dan kemarin) sekarang (sekarang dan hari ini) dan masa akan datang (nanti Minggu depan dan Selasa depan). Sedangkan penggunaan bentuk deiksis yang dipengaruhi oleh aspek pragmatik adalah ii penggunaan semua bentuk deiksis baik deiksis persona maupun nonpersona dipengaruhi oleh lima aspek pragmatik yaitu aspek (1) pribadi si penutur atau orang pertama (2) anggapan penutur terhadap kedudukan sosial dan relasinya dengan orang yang diajak bicara (3) kehadiran orang ketiga (4) bentuk wacana serta (5) adegan tutur dan lingkugan tutur.