Skripsi
Tingkat keterbacaan buku teks bahasa Indonesiasiswa kelas VII SMP / Riski Rimadhani
Abstrak
vi RINGKASAN Rimadhani R. 2018. Tingkat Keterbacaan Buku Teks Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII SMP. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Martutik M.Pd. Kata Kunci tingkat keterbacaan buku teks. Tingkat keterbacaan suatu teks merupakan unsur yang sangat penting untuk mempermudah siswa dalam membaca menangkap serta memahami pesan atau informasi yang terdapat pada buku teks. Tingkat keterbacaan buku teks adalah tingkat kesesuaian buku teks Bahasa Indonesia dengan level baca siswa pada jenjang pendidikan tertentu. Berdasarkan kenyataan yang ada di sekolah siswa belum cukup mudah menangkap pesan dari teks yang dibacanya. Penelitian ini difokuskan pada tingkat keterbacaan buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VII SMP. Fokus penelitian dirumuskan menjadi dua sub fokus (1) tingkat keterbacaan teks sastra dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP diukur menggunakan formula/grafik Fry (2) tingkat keterbacaan teks non sastra dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP diukur menggunakan formula/grafik Fry Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan pendekatan yang digunakan penelitian ini disusun menggunakan jenis penelitian analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa jumlah suku kata dan kalimat pada seratus kata pertama dalam teks yang diukur menggunakan formula/grafik Fry. Sumber data dalam penelitian ini adalah delapan teks yang diambil dari buku Bahasa Indonesia kelas VII SMP kurikulum 2013 terbitan Kemendikbud. Delapan teks tersebut terdiri dari empat teks sastra dan empat teks non sastra. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga langkah yaitu (1) memilih buku teks bahasa Indonesia yang akan diteliti (2) memilih teks yang akan diteliti dalam buku teks bahasa Indonesia dan (3) mengukur dan mengambil data tingkat keterbacaan buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP menggunakan formula/grafik Fry. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik alir yang diadaptasi dari data kualitatif yang terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan simpulan. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa tingkat keterbacaan teks sastra pada buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VII SMP yang diukur menggunakan formula/grafik Fry sesuai dengan level atau tingkat baca pembacanya yaitu siswa kelas VII SMP. Kemudian tingkat keterbacaan teks non sastra pada buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VII SMP yang diukur menggunakan formula/grafik Fry tidak sesuai dengan level atau tingkat baca vi pembacanya yaitu siswa kelas VII SMP. Saran yang ditujukan kepada Kemdikbud sebagai penerbit buku teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VII kurikulum 2013 yaitu tetap menggunakan buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP dikarenakan tingkat keterbacaan buku tersebut sudah sesuai dengan tingkat atau level baca siswa kelas VII SMP. Kemudian untuk peneliti selanjutnya dapat dijadikan sebagai acuan dalam meneliti penelitian sejenis dengan variabel yang berbeda dan lebih baik daripada penelitian sebelumnya.