Skripsi
Sintesis K2O/Fe3O4 dan trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari sert auji potensinya sebagai biodiesel / Anindya Ayu Setyo Arini
Abstrak
i RINGKASAN Arini Anindya Ayu Setyo. 2018. Sintesis K2O/Fe3O4 dan Aplikasinya pada Trans-Esterifikasi Minyak Biji Bunga Matahari serta Uji Potensinya Sebagai Biodiesel. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Marfu ah M. S. (II) Dr. Fauziatul Fajaroh M.S. Kata Kunci trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari Katalis K2O/Fe3O4 biodiesel. Biji bunga matahari dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan yang sering disebut kuaci dan penghasil minyak nabati. Pemanfaatan biji bunga matahari sebagai penghasil minyak nabati di Indonesia saat ini masih terbatas. Persentase minyak pada biji bunga matahari adalah 45-50%. Minyak biji bunga matahari dapat berpotensi sebagai biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang didapatkan dari sumber nabati yang dapat diperbaharui. Biodiesel disintesis melalui reaksi trans-esterifikasi dengan bantuan katalis basa. Katalis basa yang berpotensi adalah K2O/Fe3O4. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui cara mensintesis K2O/Fe3O4 (2) mengetahui karakteristik K2O/Fe3O4 (3) mengetahui cara trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari menggunakan katalis K2O/Fe3O4 (4) mengetahui karakter dan potensi hasil trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari dengan katalis K2O/Fe3O4 sebagai biodiesel (5) mengetahui komponen hasil trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari dengan katalis K2O/Fe3O4. Penelitian ini terdiri dari 7 tahap.Tahap 1 sintesis katalis K2O/Fe3O4. Tahap 2 karakterisasi katalis K2O/Fe3O4 menggunakan XRD. Tahap 3 preparasi sampel meliputi pengumpulan pemisahan biji dari kulitnya dan penghalusan. Tahap 4 ekstraksi minyak biji bunga matahari secara maserasi. Tahap 5 karakterisasi minyak hasil ekstraksi meliputi wujud warna massa jenis bilangan asam bilangan penyabunan viskositas dan bilangan iod. Tahap 6 sintesis metil ester melalui reaksi trans-esterifikasi dari minyak biji bunga matahari. Tahap 7 karakterisasi identifikasi dan uji potensi metil ester hasil trans-esterifikasi sebagai biodiesel yang meliputi wujud warna penentuan massa jenis penentuan bilangan asam penentuan bilangan penyabunan viskositas penentuan bilangan iod dan identifikasi dengan menggunakan GC-MS. Katalis K2O/Fe3O4 berhasil disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi dan impregnasi dengan karakter fisik berupa serbuk berwarna abu-abu gelap yang dapat ditarik oleh magnet. Berdasarkan hasil analisis dengan metode XRD katalis K2O/Fe3O4 memiliki kristalinitas lebih rendah dari Fe3O4. Metil ester asam lemak dari hasil trans-esterifikasi berwarna kuning muda berwujud cair larut dalam heksana tidak larut dalam air dan etanol memiliki massa jenis 0 8620 g.mL-1 viskositas 4 51 cSt bilangan asam 0 179 bilangan penyabunan 245 112 dan bilangan iod 112 89. Berdasarkan karakter tersebut metil ester hasil sintesis sudah memenuhi standar biodiesel SNI tahun 2015.Komponen penyusun utama metil ester hasil trans-esterifikasi adalah metil heksadekanoat atau metil palmitat (10 64) metil 9 12 oktadekanoat atau metil linoleat (48 05%) metil 9 oktadekanoat atau metil oleat (35 20%) dan metil oktadekanoat atau metil stearat (6 12%).