Tugas Akhir
Analisis kredit bermasalah pada PT. BPR Arth Samudera Indonesia (Arsindo) Kediri / Fita Tri Setiarti
Abstrak
i ABSTRAK Setiarti Fita Tri. 2018. Analisis Kredit Macet Pada PT. BPR Artha Samudera Indonesia (ARSINDO) Kediri. Program Studi DIII Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing Betty Nur Achadiyah S.Pd. M.Sc. Kata Kunci Kredit Macet PT. BPR Artha Samudera Indonesia Kediri. Sebuah bank tidak terlepas dari kredit bermasalah atau kredit macet. Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jatim belum memuaskan termasuk salah satu BPR yang beralamat di Jl Raya 36 Purwokerto Ngadiluweh Kediri yaitu PT. BPR Artha Samudera Indonesia (ARSINDO). Kondisi BPR tersebut dikatakan tidak sehat dalam kredit macetnya. Dimana kredit macet atau NPL (Non Performing Loan) melebihi 5 persen yang melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini yaiu metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung dari lapangan wawancara dengan pihak bank dokumentasi dari pihak bank dan studi kepustakaan. Tingkat rasio NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet pada PT. BPR Artha Samudera Indonesia pada tahun 2015 2016 dan 2017 yaitu 9% melebihi batas maksimum. Dalam analisis kredit penyebab kredit macet disebabkan oleh faktor lain seperti bencana alam atau disebabkan adanya kesalahan pengelolaan. Berdasarkan hasil analisis data pada PT. BPR Artha Samudera Indonesia penyebab kredit macet yaitu nasabah beritikad tidak baik dalam melunasi kewajiban dalam membayar angsuran disebabkan oleh bencana alam yang dapat mengganggu produktivitas nasabah dan menurunnya pendapatan nasabah. PT. BPR Arta Samudera Indonesia sebaiknya melakukan analisis kepada nasabah yang mengajukan kredit sesuai dengan unsur 5C yaitu Character Capacity Capital dan Condition. Adapaun cara untuk penyelamatan kredit macet dengan cara Restrukturisasi yaitu dengan cara Rescheduling Reconditioning dan Restructuring.