Tesis
Menelusuri “Sang Lain†untuk Formulasi Pengukuran Kinerja Koperasi Pondok Pesantren / Lyly Dwi Rohmatunnisa\'
Abstrak
ABSTRAK Rohmatunnisa Layly Dwi. 2018. Menelusuri Sang Lain untuk Formulasi Pengukuran Kinerja Koperasi Pondok Pesantren. Tesis Jurusan Akuntansi Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Tuhardjo S.E. M.Si. Ak (2) Ak Dr. Satia Nur Maharani S.E. M.Sa. Ak Kata Kunci Fenomenologi-transedental dan Pengukuran Kinerja Koperasi Pondok Pesantren Tujuan penelitian ini adalah menelusuri sisi lain dalam Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) yang lebih mengarah pada sisi spiritual yang nantinya dapat digunakan untuk formulasi pengukuran kinerja Koppontren. Dimana sebagai konsep baru yang lebih mensyari ahkan Koppontren dibandingkan dengan pengukuran kinerja yang masih bersifat tardisonal Balance Scorecard dan CAMELS. Pengukuran kinerja yang sejalan dengan tujuan utama Koppontren yaitu selain sebagai organisasi sosial (yang masih bersifat mencari keuntungan) juga sebagai organisasi dakwah. Dimana perlu adanya pengukuran kinerja yang melihat kinerja spiritual (Allah) bukan pada kinerja keuangan. Penelitian untuk mengungkap fenomena terkait sosial alam dan terlebih spiritual yang ada di Koppontren dengan metode fenomenologi transedental. Penggunaan metode fenomenologi transedental karena penulis ingin menangkap makna dalam sebuah realitas yang ada di Koppontren untuk menelusuri makna sang lain yang lebih mengarah pada spiritual. Makna yang tersirat dalam setiap realitas kehidupan Koppontren dengan sesama (sosial) Koppontren dengan alam dan interaksi Koppontren dengan Allah (spiritual). Sehingga akan didapat makna yang mendalam terkait sang lain yang ada di dalam realitas kehidupan Koppontren dari sisi sosial alam dan spiritual. Penelitian menemukan sang lain yang merupakan jujur profesional dan amanah sebagai nilai dasar yang digunakan untuk formulasi pengukuran kinerja Koppontren. Berdasarkan konsep ini tujuan Koppontren ditangkap dalam tiga sisi yang terdiri dari sisi sosial alam dan spiritual. Di mana konsep yang mendasarkan pada sisi spiritual yang didasarkan ketentuan syari ah yang tidak hanya fokus pada duniawi tetapi juga ukhrawi.