Skripsi
Pengaruh model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Laboratorium UM pada materi stoikiometri / Khulaili Nurul Umami
Abstrak
i ABSTRAK Nurul Umami Khulaili. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas X SMA Laboratorium UM pada Materi Stoikiometri. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Endang Budiasih M.S. (II) Drs. Darsono Sigit M.Pd. Kata kunci Problem Solving hasil belajar kemampuan berpikir tingkat tinggi stoikiometri Stoikiometri merupakan materi dasar kimia yang kompleks secara konseptual maupun matematis. Sebagian besar permasalahan dalam stoikiometri membutuhkan pemikiran tingkat tinggi dari siswa. Upaya yang dilakukan adalah menggunakan model pembelajaran Problem Solving yang sesuai dengan karakteristik materi stoikiometri. Problem Solving merupakan salah satu alternatif model pembelajaran inovatif yang dikembangkan berlandaskan paradigma konstruktivistik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keterlaksanaan proses pembelajaran pada materi stoikiometri kelas X SMA Laboratorium UM yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran konvensional (2) ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa pada materi stoikiometri kelas X SMA Laboratorium UM yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem solving dan konvensional (3) ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi stoikiometri kelas X SMA Laboratorium UM yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem solving dan konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental dengan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X IPA SMA Laboratorium UM. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan undian dan diperoleh 2 kelas yaitu kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Solving dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi instrumen pembelajaran dan instrumen pengukuran. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan uji-t pada taraf signifikansi 5% dengan bantuan program SPSS Versi 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keterlaksanaan model pembelajaran Problem Solving memiliki rata-rata sebesar 96 3% dan pembelajaran konvensional sebesar 95 96%. (2) Ada perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Solving dan Konvensional. Rata-rata hasil belajar siswa secara berturut-turut adalah 85 2 dan 78 2. (3) Ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Solving dan Konvensional. Rata-rata hasil kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa secara berturut-turut adalah 74 00 dan 62 67. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Solving berpengaruh pada hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.