Skripsi
Sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari tembaga(II) oksalat dan N,N’-dietiltiourea / Firdaus Ataka Faza
Abstrak
i RINGKASAN Faza Firdaus Ataka. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Tembaga(II) Oksalat dan N N -Dietiltiourea. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fariati M.Sc. (II) Drs. I Wayan Dasna M.Si. M.Ed. Ph.D. Kata Kunci senyawa kompleks sintesis karakterisasi tembaga(II) oksalat N N -dietiltiourea Sintesis senyawa kompleks dari tembaga(II) oksalat dan tiourea (tu) dengan perbadingan mol 1 4 menghasilkan senyawa kompleks bersifat ionik [Cu2(tu)6]C2O4 dengan geometri tetrahedral di sekitar atom pusat tu berperan sebagai ligan monodentat dan ion oksalat sebagai anion pengimbang. Sintesis senyawa kompleks dari tembaga(II) oksalat dan N N -dietiltiourea (detu) belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian adalah mensintesis mengkaraktersasi dan memprediksi struktur senyawa kompleks dari tembaga(II) oksalat dan (detu) Senyawa kompleks disintesis dari tembaga(II) oksalat dan detu dengan perbandingan mol 1 4 dalam pelarut NH4OH 25%. Senyawa hasil sintesis dilakukan uji titik lebur daya hantar listrik (DHL) uji kualitatif ion oksalat analisis FT-IR dan analisis SEM-EDX. Uji titik lebur dilakukan untuk mengetahui kemurniannya. Uji DHL dan analisis kualitatif ion oksalat untuk menentukan senyawa kompleks tersebut ionik atau molekuler. Analisis FT-IR digunakan untuk mengetahui detu dan ion oksalat dalam senyawa kompleks. Hasil analisis SEM-EDX digunakan untuk mengetahui bentuk permukaan dan memprediksi rumus empiris dari senyawa kompleks. Berdasarkan hasil analisis rumus kimia yang mungkin dari senyawa kompleks dapat ditentukan dan diprediksikan strukturnya. Energi bebas dari kemungkinan struktur dihitung dengan program Gaussian 09W metode semi-empirical PM6. Struktur senyawa kompleks yang diterima adalah yang memiliki energi bebas terendah Senyawa kompleks dari CuC2O4 dan detu dengan perbandingan mol 1 4 menghasilkan kristal berupa jarum tidak berwarna yang mempunyai titik lebur 153-154 C. Uji DHL dan uji kualitatif ion oksalat mengindikasikan bahwa senyawa kompleks bersifat ionik. Berdasarkan analisis FT-IR di dalam senyawa kompleks terdapat detu dan ion oksalat. Analisis SEM menunjukkan bentuk permukaan kristal senyawa kompleks adalah balok sedangkan analisis EDX memberikan prediksi rumus empiris Cu2C42H96O4N16S8. Senyawa kompleks memiliki dua kemungkinan struktur yaitu [Cu2(detu)4]2C2O4 dengan geometri tetrahedral di sekitar atom pusat dan geometri bujursangkar di sekitar atom pusat. Struktur dengan geometri tetrahedral memiliki energi bebas total terendah sebesar -34 14 kJ/mol.