Skripsi
Cerita Sri Tanjung dari relief Candi Surowono sebagai inspirasi dalam penciptaan batik lukis untuk elemen estetik interior / Ayu Purwaningtyas
Abstrak
v RINGKASAN Ayu Purwaningtyas. 2018. Cerita Sri Tanjung pada Relief Candi Surowono Sebagai Sumber Inspirasi dalam Penciptaan Seni Batik Lukis Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ponimin M.Hum (2) Lisa Sidyawati S.Pd M.Pd. Kata Kunci Cerita Sri Tanjung Penciptaan Batik Lukis Cerita Sri Tanjung pada relief candi Surowono merupakan salah satu bentuk seni tradisi yang mengandung nilai-nilai edukatif kejujuran tanggung jawab religius kerukunan dan lain sebagainya. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi sumber kekuatan bangsa Indonesia untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Eksplorasi gagasan dilakukan untuk membentuk suatu konsep berkreasi seni batik lukis dengan memahami alur cerita dan nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam cerita kidung tersebut. Penelitian penciptaan ini adalah sebagai seni terapan yang mana merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian kebudayaan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang berwujud cerita Sri Tanjung pada relief candi Surowono dan batik. Kedua peninggalan leluhur bangsa Indonesia tersebut akan diwujudkan kedalam karya batik lukis dengan tema cerita Sri Tanjung yang digunakan sebagai pelengkap interior yang memiliki nilai estetik. Untuk mewujudkan karya tersebut dibutuhkan beberapa tahapan diantaranya yaitu (1) Tahap Eksplorasi merupakan pencarian ide konsep landasan dalam menciptakan karya seni tersebut. (2) Tahap Perancangan merupakan menuangkan ide penciptaan yang di dapat kedalam eksplorasi bentuk dan desain karya. (3) Tahap Perwujudan merupakan langkah perwujudan dari sumber ide dan konsep menjadi sebuah karya seni. Hasil dari penerapan sumber ide dari kisah Sri Tanjung yang telah dilakukan terwujud menjadi enam buah karya seni batik lukis untuk elemen estetik interior. Karya batik tersebut berjudul (1) Sidapaksa Kasmaran (2) Sulakrama Mbuwang Tilas (3) Sri Tanjung Nggayuh Nirwana (4) Sri Tanjung dan Dorakala (5) Sulakrama Ngunduh Wohing Pakarti (6) Mimi lan Mintuna. Enam karya tersebut merupakan pemindahan cerita dari media batu ke atas media kain dengan menggunakan teknik batik yakni dengan cara mencanting dan pewarnaan objek menggunkan teknik batik lukis dengan mengkuaskan pewarna ke objek. Sehingga dengan terciptanya karya batik lukis ini menjadi langkah nyata untuk melestarikan kebudayaan dari leluhur bangsa ini. Sebagai suatu karya seni terapan karya batik lukis dengan tema cerita Sri Tanjung ini dapat difungsikan sebagai pelengkap elemen estetik interior yang mana pada penerapannya dapat diletakkan sebagai hiasan dinding pada suatu ruangan. Hal tersebut sesuai dengan tampilan visual dari karya yang memiliki komposisi objek serta warna yang beragam.